LOMBOK TIMUR – Defisit keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) berimbas pada rasionalisasi atau pemangkasan tenaga Honorer Daerah (Honda) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Cukup berat bagi daerah untuk membiayai tenaga honda yang jumlahnya mencapai belasan ribu orang.

Google search engine

“Kemampuan keuangan yang belum bagus berimbas pada persediaan upah tenaga kerja honorer. Oleh karenanya, keberadaan tenaga honor daerah (Honda) akan dikurangi,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Lotim Drs. Salmun Rahman kepada wartawan, Selasa (7/12).

Tercatat, jumlah tenaga honorer yang terdata pada BKPSDM saat ini sebanyak 14.705. Dari jumlah itu sebagian besarnya didominasi oleh guru. Adapun untuk pemangkasan honorer tersebut akan dinilai dari kinerjanya. Adapun untuk jumlah yang akan dirasionalisasi belum bisa dipastikan.

“Logikanya orang bekerja itu butuh upah, ironis sekali pemberi upah memperkerjakan orang tanpa memberikan upah. Oleh karena itu, persediaan upah yang terbatas berimbas pada kemampuan untuk membayar upah,” terang Salmun Rahman.

Perlu diketahui sebut Salmun, dari 14.704 tersebut masa kontraknya akan berakhir pada 31 Desember mendatang.
Bagi Salmun, kebijakan ini tepatnya disebut bukan pemangkasan, melainkan habis masa kontraknya.

Ia berharap, bagi honorer yang diusulkan nantinya tersebut benar-benar sudah dipertimbangkan secara matang oleh kepala kantor atau kepala OPD terkait.

“Yang akan diusulkan itu berdasarkan dari kebutuhan dan kemampuan,” tutupnya. (WR-sid)

BACA JUGA  Jaksa Agung Keluarkan Pedoman Baru Kasus Narkotika Melalui Pendekatan Restoratif Justice
Artikulli paraprakCuaca Ekstrim, Masyarakat Lingsar Diminta Waspada
Artikulli tjetërEvent Road Bike Sembalun KOM Ajang Kenalkan Destinasi Wisata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini