LOMBOK TIMUR – Dinas Perdagangan (Disdag) Lombok Timur (Lotim) menilai target yang dibebankan terlalu tinggi hingga tak bisa tercapai.

Pada tahun 2021 Dinas Perdagangan (Disdag) Lombok Timur (Lotim) hanya menghasilkan retribusi pasar sebesar Rp. 12.3 miliar dari yang ditargetkan RP. 15,27 miliar.

Google search engine

Dari retribusi 37 pasar yang tersebar di Lotim itu belum mampu menghasilkan retribusi sesuai target lantaran beberapa aspek.

Berdasarkan survei lapangan, Kepala Bidang (Kabid) Pasar dan Retribusi Disdag Lotim, Mirza Sopian menyebutkan, potensi retribusi yang dihasilkan sebesar Rp 12,3 milar. Namun potensi berdasarkan survei lapangan tersebut juga disebut tidak bisa dicapai.

“Potensi riil sebesar Rp. 12,3 miliar ini saja kita tidak bisa capai karena banyak pasar yang sudah rusak dan minim perbaikan. Anggaran perbaikan pasar ini juga minim, selama tahun 2021 ini hanya Rp. 100 yang digunakan untuk menata pasar Masbagik,” kata Mirza kepada wartawan, Rabu (8/12).

Sejak Januari – 7 November 2021 lalu, jumlah retribusi yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 9,7 miliar. Dengan retribusi yang berhasil dikumpulkan tersebut, diyakini bisa melampaui capaian retribusi Rp. 10 miliar pada tahun 2020 lalu pada akhir tahun ini.

“Kita yakin bisa lampaui capaian retribusi sebesar Rp. 10 miliar di tahun 2010 lalu pada akhir tahun ini,” katanya.

Adapun komponen retribusi pasar yang dipungut adalah karcis, parkir, sewa toko dan ruko dan retribusi sewa tanah dan izin dasaran.

Berdasarkan temuan di lapangan, banyak penyewa toko yang menunggak. Faktor pandemi dan sepinya pembeli adalah alasan para penyewa toko ini menunggak. Sejak 2019-2021 ini sambungnya, tunggakan sudah mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Masih kata Mirza, selain menugaskan orang-orang di pasar untuk melakukan penagihan, Disdag juga sudah melayangkan surat peringatan dan sudah melakukan peneguran. Menurut instruksi Bupati, kalau tidak kooperatif akan diberikan tindakan tegas.

BACA JUGA  Tiga Hari Pencarian, Bocah Laki-Laki Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa

“Ketika tidak dilaksanakan kewajiban maka bisa diambil paksa oleh pemda,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakSeorang WBP Lapas Selong Dapat Pembebasan Bersyarat
Artikulli tjetërBudiman Sudjatmiko Bicara Soal Revolusi Teknologi di Depan Pimpinan Perusahaan Pers se-Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini