LOMBOK TIMUR – Tampaknya pedagang dan pengecer Minuman keras (Miras) di wilayah hukum Lombok Timur (Lotim) ini tak pernah jera. Meski berkali-kali dirazia, barang haram tersebut tetap juga masih bisa didapati dengan mudah.

Mengantisipasi rawan kejahatan akibat beredarnya miras, Tim gabungan Satuan Pol PP, TNI, Brimob, Polri dan Kejaksaan Negeri Selong berhasil mengamankan ratusan liter miras tradisional jenis tuak dari berbagai tempat di Lombok Timur, pada Jumat malam (10/12).

Google search engine

Operasi yustisi gabungan dilakukan di dua kecamatan, diantaranya di Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Selong. Operasi yang dilakukan itu juga sebut Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-Undangan Sat Pol PP Lotim, Sunrianto, S. Sos, berdasarkan Perda No. 8 tahun 2002 tentang larangan memproduksi, menjual dan meminum-minuman keras.

Di Kecamatan Pringgabaya, operasi dilakukan di empat titik lokasi. Dari operasi tersebut berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) dengan jumlah yang berbeda. Sedangkan di Kecamatan Selong hanya dilakukan di satu titik, yakni di wilayah Sekarteja dan BB yang berhasil diamankan juga tidak banyak, hanya 4 botol tuak isian 1,5 liter perbotol.

“Total semua BB yang berhasil diamankan sebanyak 307,5 liter atau 205 botol isian 1,5 liter. Semua BB itu sudah kami amankan di kantor (Pol-PP Lotim, Red),” kata Sunrianto kepada wartarinjani, Sabtu (11/12).

Adapun para penjual itu akan dipanggil untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika pelaku masih tidak mau datang sampai tiga kali panggilan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Lotim.

“Kalau dia tidak datang, maka akan kita panggil sampai 3 kali dan kalau tetap tidak mau maka kita akan koordinasikan dengan Polres untuk dipanggil secara paksa,” tutup Sunrianto. (Wr-sid).

BACA JUGA  Si Jago Merah Lalap Tiga Rumah di Pesanggrahan
Artikulli paraprakMusda III Forum CSR NTB, Gubernur Ingatkan Perusahaan Tidak Lupakan Kesejahteraan Sosial
Artikulli tjetërMotoGP, WSBK, IATC, & MXGP Beres, Gubernur NTB Perjuangkan Formula One

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini