LOMBOK TIMUR – Berkas perkara penembakan anggota Polres Lombok Timur Briptu Haerul Tamimi oleh sesama rekannya, Bripka M. Nasir tanggal 25 Oktober 2021 lalu masih P-19.
Kasus penembakan oleh tersangka yang juga anggota Bhabinkamtibmas Wanasaba itu dilatarbelakangi rasa cemburu terhadap korban.

Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lombok Timur, masih meminta kepada penyidik kepolisian perbaikan atas berkas-berkas yang telah diajukan.

Google search engine

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lombok Timur, Ida Made Oka Wijaya, SH, Penuntut umum telah melakukan rekonstruksi beberapa waktu lalu terkait konstruksi peristiwa penembakan tersebut. Rekonstruksi tersebut kata Oka, untuk mengetahui dengan jelas perbuatan pelaku saat menembak korban.

“Penuntut ingin mengetahui detail posisi korban saat ditembak, dan cara pelaku melakukan penembakan. Baik sebelum melakukan penembakan maupun setelah penembakan. Sesuai dengan BAP yang diterima sebelumnya, tidak ada fakta-fakta baru yang ditemui dari rangkaian rekonstruksi itu,” papar Oka.

Yang pasti kata dia, dari senjata laras panjang tipe V2 yang digunakan pelaku ditemukan dua buah selongsong peluru. Dari kedua selongsong itu, hanya satu proyektil yang ditemukan. Sedangkan satu proyektil lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Meski demikian, kata Oka, jaksa penuntut tidak terfokus pada satu alat bukti saja. Melainkan ada rangakain peristiwa lainnya serta alat-alat bukti lain yang dihadirkan pada saat persidangan nantinya. Disamping itu, pengakuan tersangka dan saksi-saksi lainnya bisa mendukung berkas dakwaan yang diajukan ke pengadilan.

“Saat ini berkasnya masih P-19. Berkasnya masih di penyidik kepolisian untuk dilengkapi sesuai petunjuk jaksa penuntut umum,” jelasnya.

Masih kata Oka, ada puzzle atau rangkaian dan petunjuk yang menguatkan dan mengarah kepada pelaku. Dengan demikian, pasal dakwaan yang diterapkan kepada tersangka sesuai dengan dakwaan penyidik kepolisian dengan ancaman hukuman mati.

BACA JUGA  Pengurus APIKM Lombok Timur di Lantik

“Pasal dakwaan subsideritas pembunuhan berencana sesuai dengan pasal 340 dan pasal 338 dengan ancaman hukuman mati,” ujarnya

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Bripka Pol. Muhammad Nasir, pelaku penembakan sesama anggota polisi dilingkup Polres Lombok Timur (Lotim) terancam dikenai pasal 340 KUHP tentang hukuman pembunuhan berencana.

Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, SIK, MH saat ditemui media mengakui, jika pelaku penembakan sesama polisi itu dikenakan pasal 340 UU KUHP.
Dalam UU KUHP itu ujar Herman Suriyono berbunyi bahwa barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Selain ancaman pasal KUHP itu kata dia, pelaku M. Nasir juga direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Diketahui, Nasir menghabisi nyawa Hairul Tamimi beberapa waktu lalu dikediamannya korban yang bertempat di perumahan Griya Pesona Madani Denggen, Kecamatan Selong, Lotim tanggal 25 Oktober 2021 lalu.

Nasir menghabisi nyawa rekan seprofesinya yang bertugas di bagian Humas Polres Lotim tersebut dengan senjata organik V2 yang menembus badan korban. (WR)

Artikulli paraprakPembangunan Jembatan Gili Re ke Gili Beleq, Program Bupati Lotim yang Sempat Tertunda
Artikulli tjetërSesosok Mayat Mengambang di Sungai Lingsar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini