LOMBOK TIMUR – Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lombok Timur, Ida Made Oka Wijaya, SH telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebanyak 181 kasus dalam rentang waktu bulan Januari – Desember 2021 ini.

Dari jumlah SPDP tersebut, 173 perkara diantaranya sudah dilakukan penuntutan. Meski beberapa perkara diantaranya merupakan tunggakan kasus tahun sebelumnya.

Google search engine

“Dari 173 perkara itu sebagian besar sudah dinyatakan inkrah. Dan sekitar belasan perkara lainnya sudah masuk dalam proses penuntutan.  Artinya, tengah dalam proses persidangan,” jelas Oka Wijaya kepada wartarinjani.net.

Kendati demikian, ungkap Oka, sekitar 4 perkara lainnya itu melakukan upaya hukum banding atau kasasi

Lebih jauh dikatakan Oka, kasus yang paling dominan dalam perkara yang ditangani itu merupakan rumpun orang dan Harta Benda (Oharda). Seperti kasus pencurian dengan kekerasan dan pemberatan.

Demikian pula dengan kasus kepemilikan zat adiktif seperti narkoba dan lainnya. Dari jumlah kasus yang sudah di SPDP dan dalam proses penuntutan sekitar 38-42 perkara diantaranya adalah kasus narkoba.

“Untuk kasus narkoba ini ada yang sudah inkrah dan ada pula yang tengah dalam proses dipersidangan atau penuntutan,” sebut Oka. (WR)

BACA JUGA  BB 25 Perkara Hasil Kejahatan Dimusnahkan Kejari Lotim
Artikulli paraprakUnham Kembangkan 5 Program MBKM dari 8 Program Unggulan
Artikulli tjetërModal 490 Juta, Bukit Kayangan Labuhan Lombok Disulap Jadi Objek Wisata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini