LOMBOK TIMUR – Sebanyak 13 desa di Lombok Timur (Lotim) dapatkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Sedangkan Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) telah berjalan di enam desa.

Pemukiman kumuh masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Di sisi lain kawasan tersebut juga merupakan salah satu pilar penyangga perekonomian. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak mulai tingkat pusat sampai dengan tingkat kelurahan/desa, demikian pula pihak swasta dan masyarakat.

Google search engine

Program Kotaku dan Pisew menjadi salah satu mewujudkan hal tersebut. Program tersebut bertujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di pemukiman kumuh perkotaan. Serta untuk mendukung perwujudan pemukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Ke 13 desa yang mendapatkan program Kotaku ialah Desa Selong, Keselet, Kelurahan Majidi, Songak, Denggen, Denggen Timur, Kertasari, Kembangsari, Rumbuk Timur, Terara, Kelurahan Rakam, Kelurahan Tanjung, dan Kelayu Jorong. Sementara PISEW berjalan di 6 desa tersebet, yaitu Desa Sakra Barat, Pringgabaya, Suela, Lenek, Sakra dan Sakra Timur.

Konsep pelaksanaan fisik yang dilakukan di lokasi melibatkan warga lokal sebagai tenaga tukang untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bersifat produktif, berazaskan pemanfaatan tenaga kerja dalam jumlah besar dan bertujuan mengurangi pengangguran serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah, Lalu Dami Ahyani mewakili Bupati Lotim menerima hasil kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) program Kotaku dan Pisew, Senin (20/12) di Ballroom Bupati Lotim.

Dalam sambutannya, Lalu Dami menyampaikan terima kasih dan apresiasinya terhadap kedua program tersebut. Menurutnya hal itu sejalan dengan salah satu misi pemerintahan Lotim, yaitu meningkatkan infrastruktur wilayah secara berimbang pada bidang transportasi, energi, irigasi, air bersih serta perumahan.

BACA JUGA  UAS Di Cekal, Ali Bin Dachlan: Ulama' Tidak Usah Berlibur

“Program ini sejalan dengan salah satu visi misi pemerintah di Lotim,” katanya.

Asisten berharap kepada semua desa/ kelurahan agar responsif terhadap program pusat. Sudah seharusnya kegiatan tersebut disambut dengan baik, tentunya dengan menyiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

“Jangan biarkan program itu tercecer ke daerah lain,” pesannya.

Serah terima ditandai penandatangan berita acara kegiatan Kotaku secara simbolis dari BKM Kelurahan Kelayu Jorong, Desa Kertasari, dan Desa Rumbuk Timur ke PPK yang diteruskan ke pemerintah bersangkutan. Selain itu dilakukan pula penandatanganan berita acara kegiatan Pisew secara simbolis dari BKAD Kecamatan Pringgabaya ke PPK dan dari Kasatker ke Kepala Desa Teko dan Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya.

Penyerahan tersebut disaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bappeda, dan Kadis LHK Lotim serta seluruh yang hadir pada kesempatan tersebut. (WR-sid)

Artikulli paraprakNTB Siap Sambut MotoGP
Artikulli tjetërKali Pertama, Kejari Lotim Lakukan ‘Restorative Justice’ Dalam Perkara Penganiayaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini