LOMBOK TIMUR – Lokasi objek wisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak akan ditutup. Namun kapasitas pengunjung dikurangi hingga 50 persen. Selain itu, protokol kesehatan (Prokes) tetap akan dijalankan.

“Tidak ada penutupan, tetapi prokes akan tetap dijalankan. Dimalam hari juga boleh ada perayaan festival,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taufik, M. Ap kepada wartawan, Rabu (22/12).

Google search engine

Terkait dengan hal tersebut, Bupati Lotim juga sudah menandatangani Surat Edaran (SE) tentang bagaimana menyikapi libur nataru nanti.

Di Lotim sambung Taufik, perayaan natal tidak terlalu ramai dilakukan. Berbeda dengan perayaan pergantian tahun baru yang memiliki kebiasaan membuat acara dan berkumpul. Meskipun saat ini kasus covid-19 di Lotim nihil, ia berharap masyarakat tidak menyalah artikan hal tersebut, yakni bebas menggelar acara.

“Pemerintah Pusat (Pempus) juga mewanti-wanti bahwa akhir libur nataru ini akan mengadakan evaluasi. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” katanya.

Dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Bupati Lotim, sudah jelas dikatakan bahwa tidak boleh mengadakan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar, terlebih lagi tidak menjamin prokes Covid-19.

“Diminta kepada seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), camat dan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menjaga kondisi diwilayah masing-masing,” pintanya.

Untuk pengamanan lebih saat malam tahun baru, tim Satgas, Polres dan Dandim 1615/Lotim akan melakukan operasi yustisi serentak di wilayah Lotim.

“Kita akan gelar operasi yustisi pada malam tahun baru nanti,” ungkap Sekda Lotim. (WR-sid)

BACA JUGA  Sprinter Lalu Zohri Gagal Sumbangkan Medali
Artikulli paraprakLotim Terbaik Dalam Pelaksanaan Konvergensi Stunting di NTB
Artikulli tjetërJembatan Penghubung Antar Dua Pulau di Lotim Diresmikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini