LOMBOK TIMUR – Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Timur yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan tenggara pantai Tanjung Balau, Kota Tinggi Johor, Malaysia, dipulangkan Jumat sore (24/12) sekitar pukuk. 16.00 wita.

Tangis haru keluarga korban mengiringi kepulangan jenazah M. Abdullah Fatoni warga Dusun Dasan Baru, Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra.

Google search engine

Kepulangan jenazah M. Abdullah Fatoni merupakan gelombang pertama dari tiga jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) korban kapal speedboat yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Kedua jenazah lain yang dipulangkan merupakan warga asal Lombok Tengah (Loteng).

Kasi Perlindungan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB, Asyb Yulianto mengatakan bahwa kepulangan jenazah tersebut sudah difasilitasi oleh pemerintah.

“Semua pembiayaan sudah ditanggung oleh pemerintah, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun BP2MI. Kita berkolaborasi dan bersinergi untuk memfasilitasi kepulangan jenazah,” terangnya kepada wartawan saat berada dirumah duka M. Abdullah Fatoni, Jum’at (24/12).

Pemulangan jenazah yang dilakukan secara bertahap karena keterbatasan armada pesawat. Hari ini sambungnya, berjumlah tiga orang dan esoknya lagi berjumlah 4 orang.

“Kalau tidak ada kendala, besok (Sabtu, Red) ada 4 jenazah lagi. Tiga dari Lotim dan satu dari Loteng,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan rilis sementara yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, jumlah yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut sebanyak 11 orang, 7 orang dari NTB. 4 orang diantaranya dari Lotim dan 3 orang dari Loteng. Sedangkan korban yang berhasil selamat sebanyak 14 orang, 9 diantaranya merupakan warga NTB.

“Sementara yang dirilis itu 7 orang yang meninggal asal NTB dan 9 orang yang selamat asal NTB. Sisanya masih dalam pencarian,” sebutnya.

CTKI ini berangkat secara ilegal atau non prosedural. Para korban yang berhasil selamat tersebut kini tengah menjalani proses pemulangan dari otoritas di negara tujuan, yakni Malaysia. Adapun untuk pemulangannya sendiri belum diketahui secara pasti.

BACA JUGA  Komisi IV DPRD Lotim Terima Hearing APLKT

“Mereka masih menjalani pemeriksaan di Malaysia, untuk pemulangannya tentu setelah melalui proses penyelidikan oleh otoritas yang berwenang di Malaysia. Posisinya sudah diamankan di Malaysia,” ungkap Asyb Yulianto. (WR-sid)

Artikulli paraprakWagub NTB Dorong Pelaku UMKM Punya Daya Saing
Artikulli tjetërIKAPTK Gelar Khitanan Massal di Desa Paokmotong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini