LOMBOK TIMUR – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Siti Rohmi Djalillah mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya yang di Lombok Timur (Lotim) untuk memiliki daya saing.

Karena menurutnya, jika pelaku UMKM tidak siap dan kurang memiliki daya saing, masyarakat akan dibanjiri dengan produk-produk impor dan kalah di pasaran. Dia meminta juga pelaku usaha tidak gampang mengeluh.

Google search engine

“Harus bertahan, sehingga bisa bersaing dengan produk-produk lainnya,” katanya kepada pelaku UMKM Lotim di acara literasi keuangan syari’ah dan pelatihan UMKM, Kamis (23/12) kemarin.

Diingatkannya pula agar produk mengutamakan unsur estetika atau keindahan. Sebab keindahan menjadi sebuah perangkap emosional yang ampuh menarik konsumen.

Disebutkan, UMKM sebagai sektor yang tidak boleh dilupakan seiring dengan perkembangan teknologi.

“UMKM menjadi sangat penting untuk perekonomian di masa depan, karena itu say mengapresiasi segala bentuk dukungan kepada UMKM,” sebutnya.

Pemasaran secara digital juga harus dikuasai. Pelaku usaha harus melek digital. Ibu-ibu sekarang sudah pandai menggunakan Instagram, manfaatkan hal itu sebagai ladang.

“Upaya ini dapat digunakan untuk menguatkan atau memposisikan produk,” katanya.

Tidak kalah penting adalah kemampuan literasi keuangan, terutama literasi keuangan syariah. Hal itu sambungnya, menjadi sesuatu yang bukan lagi diharuskan tetapi sangat dibutuhkan. Karena itu ia mengapresiasi upaya meningkatkan literasi keuangan syariah yang dilaksanakan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) bekerja sama dengan PT. Bank NTB Syariah yang dibuka Kamis (23/12).

Pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kongkrit PT. Bank NTB Syariah mendorong pengembangan inklusi keuangan sekaligus keberpihakan terhadap sektor UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi.

“Keberadaan UMKM penting mendukung tumbuh kembang perekonomian daerah, termasuk di Lotim,” pungkasnya.

BACA JUGA  Gubernur NTB Sediakan 1000 Tiket Gratis Nonton WSBK dan Moto GP Untuk NW

Pelatihan itu dibarengi pelatihan UMKM yang diikuti 100 pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal. (WR-sid)

Artikulli paraprakJelang MotoGP 2022, Pemerintah Kebut Pembangunan KEK Mandalika
Artikulli tjetërTangis Haru Iringi Kepulangan Jenazah TKI Korban Kapal Karam di Malaysia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini