LOMBOK TIMUR – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), musim kemarau seringkali menjadi ancaman bagi masyarakat setempat, utamanya di wilayah Gili Re dan Gili Beleq. Namun saat ini keberadaan air bersih di dua gili tersebut sudah mulai tertanggulangi.

Kondisi air di dua gili tersebut yang sudah tidak menjadi masalah itu diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Paremas Lotim, Sahman. Hanya saja menurut dia, pendistribusian air bersih itu masih melalui jalur Telong Elong.

Google search engine

Agar tidak lagi melalui jalur Telong Elong, Pemerintah Desa (Pemdes) Paremas kedepannya akan membuat reservoir di kantor desa agar bisa langsung di distribusikan ke masing-masing gili. Namun keinginan membuat reservoir itu masih terkendala anggaran.

“Masih terkendala anggaran, kalau sudah ada reservoir itu aman sudah disini, sekarang kan kita masih lewat jalur Telong Elong,” ujar Sahman kepada wartawan, Sabtu (25/12).

Dikatakan, sambungan air ke dua gili itu sudah ada sejak tahun 2013 lalu, namun air yang mengalir sering kali macet. Bahkan juga seringkali kering selama berbulan-bulan. Hal itu membuat masyarakat resah dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat setempat terpaksa harus membeli air bersih.

Keresahan masyarakat itu sudah tidak ada lagi, karena beberapa tahun terakhir ini air yang mengalir tetap lancar. Meskipun terkadang macet, namun tidak sampai membuat masyarakat harus menampung air hujan.

“Airnya sudah aman, sudah tidak ada masyarakat lagi yang nampung air saat hujan,” katanya.

Selain tidak lagi kesusahan karena air bersih, kualitas air pun diakuinya sangat bersih. Dan bisa diminum langsung oleh masyarakat.

“Kualitasnya bersih, sehingga bisa diminum langsung oleh masyarakat,” sebutnya.

Menjawab keresahan masyarakat, rasa syukur dan terimakasih diucapkan Kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim sekarang ini. Semenjak kepemimpinan Sukiman Azmy- Rumaksi Sj (SUKMA), ia menilai bahwa di dua gili itu mengalami perubahan yang sangat drastis.

BACA JUGA  Kini, Pulau Maringkik Punya Pokdarwis

Keberhasilan kepemimpinan SUKMA menurutnya, tidak hanya soal keberadaan air bersih, melainkan juga berhasil mewujudkan mimpi masyarakat yang sudah lama dimimpikan, yakni membangunkan masyarakat jembatan penghubung antar Gili Re dan Gili Beleq.

“Ini sangat mempermudah akses masyarakat, terutama siswa yang pergi ke sekolah. Ini bukan saya menyanjung, tapi ini memang kenyataannya. Kalau tidak percaya, silahkan cek keadaan air masyarakat,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakIKAPTK Gelar Khitanan Massal di Desa Paokmotong
Artikulli tjetërTingkatkan IPM, Pemkab Lotim – IAIT Bogor Teken MoU

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini