LOMBOK TIMUR – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Nusa Tenggara Barat mengumumkan, mulai tanggal 1 Januari 2022 hingga akhir bulan Maret mendatang, jalur wisata pendakian ke Danau Segara Anak dan puncak Gunung Rinjani, ditutup.

Penutupan itu disampaikan Kepala BTNGR NTB, Dedi Asriady, S.Si, MP, secara resmi baik melalui media sosial (medsos) maupun surat elektronik mengingat sejumlah faktor.

Google search engine

Menurut Dedi, penutupan jalur wisata pendakian tidak hanya berlaku di Kawasan Gunung Rinjani melainkan seluruh kawasan yang masuk sebagai kawasan cagar alam taman nasional.

Terdapat sejumlah alasan ditutupnya kawasan TNGR, selain untuk pemulihan ekosistem dan pembersihan lokasi kawasan, juga lantaran adanya cuaca ekstrim.

“Cuaca ekstrim biasanya terjadi mulai bulan Januari hingga Februari. Ini merupakan salah satu alasan kenapa jalur pendakian ke Danau Segara Anak dan ke puncak Gunung Rinjani harus ditutup,” jelas Dedi Asriady kepada wartarinjani.net, Selasa (28/12).

Kendati demikian, kata Dedi, ada beberapa kawasan lain yang bisa dikunjungi para pendaki seperti Savana Propok dan sekitarnya.

Dedi kembali menegaskan, pelarangan pendakian ke kawasan Gunung Rinjani sebisa mungkin dihindari jika tidak ingin mendapatkan sanksi dari pihak berwenang.
Karenanya, ia mengajak semua elemen untuk bersinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar TNGR.

“Kalau saja masih ada yang tidak mengindahkan larangan itu akan kita BAP untuk selanjutnya diberikan sanksi,” tegas Dedi. (WR)

BACA JUGA  Lotim Tuan Rumah Fieldtrip The 13th SeaBRnet Meeting
Artikulli paraprakSMSI Menata Masa Depan, Memperkenalkan Generasi Milenial pada Metaverse
Artikulli tjetërIKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini