LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bakal membuat terobosan baru terkait kehadiran pejabat pusat yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah ini. Meski dianggap tidak populis dan bakal menuai pro kontra, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taufik, M.Ap, akan membuat surat edaran ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar pejabat di pusat yang berkunjung ke Lombok Timur disarankan menginap atau bermalam di daerah tempatnya berkunjung.

Bagi Sekda Lotim, selama ini pejabat ditingkat pusat saat melakukan kunker ke Lotim, hotel-hotel di Kota Mataram menjadi daerah tujuan menginap.

Google search engine

“Kita bisa siapkan penginapan disejumlah tempat wisata seperti Ekas, Tetebatu, Sembalun ataupun hotel di Kota Selong. Jarak ke kantor bupati tidak jauh koq,” ujar Sekda Lotim Juaini Taufik saat menghadiri Tourism Pentahelix Discusion dan Deklarasi Pariwisata Berkelanjutan Lombok Timur bertempat dirumah dinas jabatan Sekda Lotim, Selasa malam (28/12).

Dihadiri Dandim 1615 Letkol. Inf. A. Moch.Said, Pimpinan Cabang BRI Selong, Wakapolres Lotim, Kepala OPD Lotim dan pelaku pariwisata di Lotim, Sekda Lotim HM. Juaini Taufik mengakui, jika pejabat ditingkat pusat bermalam didaerah lain tetapi mendapatkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dari Lombok Timur.

“Kita tidak bisa memaksa tetapi hanya bisa menyarankan saja. Ini sebagai salah satu upaya membranding daerah kita ini. Kalau ada kegiatan peningkatan kapasitas desa, kita dorong saja untuk menginap ditempat kita,” pinta Juaini Taufik kepada Kepala Dinas PMD Lotim M. Khairi saat menghadiri kegiatan itu.

Untuk mewujudkan terobosan itu perlu dukungan semua pihak. Meski diakui pasti akan menimbulkan pro kontra namun sedapat mungkin dicoba terlebih dahulu. Tujuannya, semata-mata untuk kepentingan daerah ini dalam memperkenalkan pariwisatanya.

BACA JUGA  Bupati Lotim Tuntut Pramuka Lebih Kreatif

Bila saran ini dapat diterima, kata Juaini Taufik, diyakini pariwisata Lotim dapat berkembang lebih pesat dan angka pengangguran berkurang. Sebab, kehadiran pejabat pusat akan memberi motivasi bagi daerah yang dikunjunginya terutama memperkenalkan keindahan wisatanya.

Di satu sisi kata Sekda yang dikenal ramah ini, belum tersedianya hotel yang menjadi salah satu daya ungkit sebagai kendala . Untuk itu, ia berharap di Lotim nantinya ada hotel yang ber merk, baik di Sembalun maupun di Ekas.
Karenanya, ke depan Pemkab Lotim akan mempermudah perizinan bagi investor yang membangun hotel ber merk.

“Meskipun kita menjual murah tapi prinsipnya kalah membeli menang memakai. Yang diharapkan kedepannya adanya multiplier effect yang lebih dahsyat,” kata Juaini Taufik meyakini. (WR)

Artikulli paraprakPohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Selong
Artikulli tjetërIKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini