LOMBOK TIMUR – Naiknya angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diakui oleh orang nomor satu Gumi Patuh Karya itu.

Bupati Lombok Timur Drs. HM. Sukiman Azmy, MM tak menampik jika jumlah penduduk miskin bertambah lebih disebabkan terjadinya pandemi Covid-19 yang berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat.

Google search engine

“Kita sudah mengantisipasi, itu berkaitan dengan Covid-19,” ujar Sukiman kepada wartawan saat ditemui di kantor DPRD Lotim, Kamis (30/12).

Di saat pandemi Covid-19 sambung Sukiman, banyak Pegawai Migran Indonesia (PMI) yang balik kampung dan banyaknya para pekerja yang harus mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempat kerjanya.

“Pada tahun 2022 nanti, kita berharap mereka kembali bisa bekerja, yang ke luar negeri bisa kembali bekerja lagi ke luar negeri, sehingga kembali mendapatkan penghasilan yang baik,” sebutnya.

Adapun salah satu penyebab terjadinya kenaikan jumlah kemiskinan yang disebutkan oleh Kepala BPS Lotim, Lalu Putradi karena bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat tidak tetap sasaran. Menjawab hal itu, Sukiman merasa bahwa bantuan sosial yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jika barangkali ada yang belum, nanti kita akan evaluasi,” tutupnya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur (Lotim), tahun 2021 ini jumlah penduduk miskin di Lotim naik sekitar 0,14 persen atau sekitar 7000 jiwa dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. (WR-sid)

BACA JUGA  Bupati Lotim Minta Kedatangan Sandiaga Uno ke Labuhan Haji Tidak Dipersoalkan
Artikulli paraprak1 Januari, Tarif Penyeberangan Kayangan – Poto Tano Naik
Artikulli tjetër388 Pejabat Fungsional Lotim Dilantik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini