LOMBOK TIMUR – Video viral ceramah Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) As – Sunnah Bagik Nyaka, Aikmel, Lombok Timur, Ustadz Mizan Qudsiah, Lc, MA memantik keresahan dan ketersinggungan organisasi keagamaan dan masyarakat di NTB.

Akibat ceramah kontroversial itu, terjadi kericuhan hingga menyebabkan terjadinya pengrusakan hingga pembakaran milik Ponpes As – Sunnah.

Google search engine

Keresahan sejumlah masyarakat dan organisasi keagamaan ditanggapi oleh Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. HM Sukiman Azmy.

Sukiman Azmy meminta semua pihak untuk menahan diri dan bersikap tenang dan menyerahkan kasus tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Namun bagi orang nomor satu di Lombok Timur itu, ia menyayangkan ceramah yang sempat viral itu dinilai tak patut disampaikan oleh seorang tuan guru.

Dikatakan juga bahwa jika berdakwah,  hendaknya dengan santun dan tidak menyinggung kelompok lain.

“Kalau mau berdakwah yang tidak menyinggung kelompok lain. Kalau berdakwah cukup dalam komunitasnya demi kepentingan komunitasnya sendiri. Jangan disebarluaskan,” terang Sukiman saat ditemui wartawan, Senin (3/1).

Adapun video ceramah yang menyinggung orang lain itu diedit atau tidak, Sukiman menyebutkan bahwa bahasa yang digunakan itu tidak layak untuk diucapkan oleh seorang tuan guru.

“Apapun itu, dikaitkan dengan siapapun itu, perkataan seperti itu tidak boleh keluar dari mulut seorang tuan guru. Walaupun menukil, bersandar, mengutip dari omongan orang lain, itu tidak patut dikeluarkan oleh tuan guru,” katanya.

Bertempat di kantor Bupati Lotim, Pemda Lotim dan stackholder terkait sudah melakukan pertemuan dan penandatanganan kesepakatan damai. Dalam pertemuan itu sambungnya, ada 7 butir point yang disepakati, salah satunya ialah menyerahkan kasus tersebut kepada aparat hukum yang bilamana ada oknum dari aliran tertentu yang melaksanakan tupoksinya tidak sesuai dengan normanya.

BACA JUGA  Masuk 10 Besar, Desa Kumbang Wakili  NTB Dalam Ajang Lomba SID

Tujuh point yang ditandatangani itu inti sebetulnya normatif. Hanya tinggal penekanan kepada para pihak agar menjalankan tugas pokok sesuai dengan jalur normanya.

“Intinya itu tidak ada yang janggal, bertentangan, baru, semuanya normatif. Bagaimana caranya menjaga keharmonisan di Lotim tetap dilestarikan, kerukunan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu juga, Pemda Lotim menawarkan kepada pihak As-Sunnah untuk membebaskan atau membeli lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan masjid itu. Niatnya Pemda membeli lahan itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, karena lokasi itu dikelilingi oleh orang-orang yang tidak sealiran dengan As-sunnah. Dan jarak masjid satu dengan lainnya juga berdekatan.

“Jika As-sunnah bersedia, maka lokasi itu akan dibebaskan atau dibeli oleh Pemda, dan akan dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh BUMDes atau masyarakat sekitar. Ini adalah salah satu solusi,” imbuhnya.

Atas persoalan itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tenang, terlebih lagi Pemda Lotim bersama stack holder terkait telah menyikapi dengan menandatangani surat pernyataan.

“Kita berharap setelah ini damai,” harap Sukiman. (WR-sid)

Artikulli paraprakBupati Lotim : OPD Diminta Gunakan Spandek Buatan UPT Kotaraja untuk Kegiatan Pembangunan
Artikulli tjetërUstadz Mizan Resmi Dilaporkan ke Polres Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini