LOMBOK TIMUR – Nahdlatul Ulama (NU), Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NDWI) Pancor, dan Nahdlatul Wathan (NW) Anjani mendatangi Mapolres Lombok Timur melaporkan penceramah As-Sunnah Ustadz Mizan Qudsiah, Lc, MA yang dinilai kontroversial itu.

Laporan puluhan orang yang tergabung dalam organisasi keagamaan itu sebagai buntut viralnya potongan video ceramah Ustadz Mizan Qudsiah, yang dilaksanakan di Dusun Dasan Bantek, Desa Bagek Payung Kecamatan Suralaga tahun 2020 lalu. Potongan video ceramah tersebut viral di media sosial yang membahas ziarah kubur ke makam yang dianggap keramat oleh sebagian warga Lombok.

Google search engine

Ketiga Organisasi Islam tersebut secara serentak menyerahkan laporan ke SPKT Mapolres Lombok Timur, Senin (3/1).

Mereka melaporkan sang Ustadz terkait dugaan tindak pidana ujaran kebencian dalam ceramahnya yang membahas ziarah makam.

“Ceramah Ustadz Mizan merupakan penistaan agama, serta menyinggung dan menghina perasaan warga Lombok yang telah secara turun temurun melakukan ziarah ke makam ulama dan wali,” Ungkap Ketua Isnu Lombok Timur, Alex Mardianto.

Dalam laporan tersebut, mereka mendesak polisi segera memproses hukum dan segera diamankan dalam waktu dua kali 24 jam. Selain itu meminta seluruh aktivitas pengajian pondok pesantren di non aktifkan. Hal tersebut menurut mereka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terulang kembali.

“Kita minta yang bersangkutan segera di tahan dalam waktu 2 x 24 jam, serta menutup seluruh kegiatan ceramah mereka” Tegasnya.

Selain tiga organisasi Islam tersebut, laporan yang sama juga ditayangkan oleh organisasi pemuda dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMII) Lombok Timur.

Sementara itu, laporan telah diterima oleh pimpinan SPKT mapolres Lombok Timur dan berjanji akan memproses laporan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

BACA JUGA  Forkopimda Kompak, Gubernur NTB Puji Kampung Sehat

Video viral Ustadz Mizan Qudsiah penceramah sekaligus pemilik Ponpes As-Sunnah Bagek Nyaka, Aikmel itu mengundang kontroversi lantaran berbau SARA. Akibat dari ceramahnya itu, fasilitas milik Ponpes As-Sunnah dirusak bahkan kendaraan roda dua dan empat dibakar massa. (WR)

Artikulli paraprakBupati Lotim : Ceramah Tidak Santun Tidak Layak Diucapkan Seorang Tuan Guru
Artikulli tjetërPandemi Bikin PAD Lotim Nyungsep

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini