LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. HM Sukiman Azmy menyebutkan bahwa pelaku pemotongan video ceramah ustadz Mizan Qudsiah yang membuat masyarakat resah dan terjadinya pengerusakan di Pondok Pesantren (Ponpes) di Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lotim harus diperlakukan dengan sama, yakni sama-sama menempuh proses hukum.

Dikatakan, dalam kasus ini ada banyak hal yang terkait. Pertama, bagaimana menyikapi kasus pembakaran masjid. Ketika masjid itu dibangun masyarakat setempat keberatan, mencegah agar tidak terjadinya hal yang tidak di inginkan, Pemda Lotim bersikap dan menyelesaikan masalahnya.

Google search engine

Tak berselang lama, muncul oknum-oknum yang mengatakan diri dari majlis As-sunnah dan berupaya untuk melanjutkan kembali pembangunan masjid itu yang membuat masyarakat bereaksi.

“Titik kulminasinya ialah dipicu dengan adanya kemunculan potongan-potongan video ceramah yang viral di medsos itu. Masalah yang pertama selesai, pimpinan As-sunnah juga setuju Pemda Lotim membeli lahan itu,” kata Sukiman kepada wartawan, Rabu (5/1).

Kedua lanjutnya, bagaimana Polri bersikap atas potongan video ceramah yang viral itu. Dan masalah itu tidak berdiri sendiri.

“Tentu masalah ini tidak berdiri sendiri, ada pihak yang memotong video itu, meng-upload dan menyebarkannya yang menyebabkan masyarakat kita menjadi resah,” imbuhnya.

Di satu sisi, masalah ini harus ditemukan oleh pihak kepolisian dan terkait dengan pengerusakan yang terjadi di markas Ponpes As-sunnah Bagik Nyaka itu juga harus mendapatkan perlakuan yang sama juga, yakni diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Disebutkan, ada sekitar 2.700 siswa yang menimba ilmu di Ponpes itu dan saat ini semua siswa maupun gurunya sedang mengalami keresahan.

“Gurunya juga takut untuk masuk mengajar. Proses pendidikan tidak berjalan dengan baik saat ini ditempat itu,” katanya.

BACA JUGA  Stok Sedikit, Bupati Lotim Akui Vaksinasi Dosis Dua Belum Capai Target

Harapnya, pihak kepolisian dengan segera mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah itu. Adapun Mizan Qudsiah yang bersangkutan dalam video itu juga sudah ditangani oleh Polda NTB.

“Kita berharap masyarakat tenang, percayakan kepada aparat untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau tetap berkerumun seperti ini, tidak menutup kemungkinan juga Covid-19 akan menjadi marabahaya juga,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakDihadapan Kapolda NTB, Ketum PBNW Sebut NW Ormas Cinta Damai
Artikulli tjetërKecam Ceramah Ustadz Mizan, Ribuan Jamaah Alibatu Turun Aksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini