LOMBOK TIMUR – Calon Pegawai Migran Indonesia (CPMI) yang menjadi korban kapal karam di perairan sebelah tenggara pantai Tanjung Balau, Kota Tinggi Johor, Malaysia asal Lombok Timur (Lotim) kembali dipulangkan, pada Rabu (5/1).

Pengelola Perlindungan dan Pemberdayaan TKI Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Ni Kadek Eny Hernawati menyebutkan, jumlah korban kapal karam yang dipulangkan asal NTB hari ini sebanyak 7 orang. Lima korban diantaranya berasal dari Lotim dan 2 orang dari Loteng.

Google search engine

“Menurut data, 5 orang dari Lotim itu diantaranya berasal dari Desa Anjani 1 orang, Desa Lenek 2 orang, Kelurahan Denggen 1 orang dan dari Kecamatan Aikmel sebanyak 1 orang. Sedangkan dua orang itu dari Loteng,” ujar Ni Kadek kepada wartawan.

Adapun identitas 5 orang korban warga Lotim yang dipulangkan itu ialah Ahmad Sutrisno Pratama, Dedi Suryadi, Rusdi, Supardi dan Unwanul Hubbi. Pun untuk korban yang teridentifikasi adanya korban selanjutnya, pihaknya masih belum menerima rilis secara pasti di pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Kami belum menerima rilis secara resmi dari KBRI, kita sama-sama masih menunggu. Total yang dipulangkan hari ini sebanyak 7 orang,” katanya.

Sejauh ini, total korban yang sudah dipulangkan sebanyak 14 orang. Sedangkan jumlah korban yang selamat dan yang tengah menjalani proses hukum di Malaysia, pihaknya belum menerima rilisnya secara pasti.

Para korban itupun diyakini tidak akan mendapatkan asuransi, karena pemberangkatan yang dilakukan itu tidak melalui jalur resmi atau secara ilegal.

“Sepertinya tidak dapat, karena dia berangkat secara non prosedural,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Desa Anjani Lotim, Muhammad Sa’id mengucapkan rasa syukurnya atas pemulangan salah satu warganya yang menjadi korban kapal karam itu.

BACA JUGA  Puluhan Komunitas dan TBM hadiri Workshop Pra LitCamp22

“Alhamdulillah warga kami sudah dipulangkan sesuai dengan harapan kami,” katanya.

Diakui, warganya yang menjadi korban kapal karam itu berjumlah dua orang. Menurut informasinya yang didapati, salah satu warganya ini dikabarkan selamat. Namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait dengan keberadaan warganya yang kabarkan selamat dari peristiwa itu.

“Kabarnya yang satu ini selamat, tapi sampai saat ini tidak ada komunikasi dari pihak keluarga ke kami Pemdes,” sebutnya.

Diharapkan agar warganya bisa dipulangkan, baik dalam keadaan selamat ataupun sudah meninggal dunia. Adapun upaya yang akan dilakukan untuk mencegah hal serupa agar tidak akan terjadi lagi pemberangkatan CPMI secara ilegal, Pemdes akan menghadirkan PT yang akan memberangkatkan masyarakatnya itu.

“Dengan tegas kami mengatakan harus didampingi oleh PT yang memberangkatkannya,” ungkapnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakKecam Ceramah Ustadz Mizan, Ribuan Jamaah Alibatu Turun Aksi
Artikulli tjetërLagi, Gelombang Massa Turun Tuntut Ustadz Mizan Diadili

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini