LOMBOK TENGAH – Mohammad Faris Alga (9) bocah yang dinyatakan hilang 17 bulan lamanya ditemukan oleh anggota Brimob Lombok Tengah (Loteng) Jumat malam (7/1) di lokasi sirkuit Mandalika, sekitar pukul. 19.00 wita.

Faris Alga asal di Dusun selak Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, ditemukan pertama kali oleh Brigadir Safi’i Apriadi anggota Brimob Loteng saat melaksanakan pengamanan arena sirkuit.

Google search engine

Bocah laki-laki itu dinyatakan hilang pada bulan September 2020 lalu.

Saat ditemui wartawan, Brigadir Safi’i Apriadi menceritakan kronologis penemuan bocah tersebut. Saat melakukan pengamanan (PAM) di areal sirkuit bersama rekannya, tiba-tiba melihat sosok seorang laki-laki bersama seorang bocah yang terkulai lemas. Lalu dihampiri keduanya.

“Laki-laki itu tidak asing bagi saya. Dia bernama Narep. Teman bermain sewaktu kecil dan merupakan tetangga kampungnya. Sedangkan bocah itu tidak lain Faris yang selama ini dikabarkan hilang,” tutur Safi’i Apriadi.

Keduanya pun lalu dibawa ke pos penjagaan untuk kemudian diberi makan

Awalnya, Safi’i tidak menyangka jika bocah yang dikabarkan hilang 1.5 tahun itu merupakan Faris.

“Saya berusaha mencari kontak tetangga Faris untuk dihubungi dan memastikan apa betul dia adalah Faris bocah yg hilang sekitar 1,5 tahun lalu,” ujarnya.

Setelah dirasa semua informasi itu cukup, kemudian Brigadir Safi’i mengantarkan bocah tersebut kepada pihak keluarga.

Faris pun akhirnya dipertemukan dengan keluarganya yang selama ini telah lama mencarinya. Bahkan, keluarganya pun tampak pasrah lantaran 1.5 tahun tidak bisa ditemukan.

Menurut pengakuan Moh. Faris Alga, ia dibawa oleh Narep ke Jawa Tengah, dengan berjalan kaki. Terkadang naik truk. Sementara untuk makan ia terkadang menjual pete dan membersihkan taman. Atas jasanya membersihkan taman ia kemudian diberi upah makan oleh pemiliknya.

BACA JUGA  Jelang MotoGP 2022, Pemerintah Kebut Pembangunan KEK Mandalika

“Saya dan Narep tinggal di sebuah rumah Kosong,” tutur Faris.

Sementara Kepala Dusun Selak, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur Tengah dan Kakek Moh. Faris Alga alias Amaq Melaye, mengaku senang dengan kembalinya sang bocah.

“Lamun ndek tedait sik Bapak – Bapak Brimob Jak ndik yak dait wah Baingk selamanya (Bahasa Sasak, Red),” ujar Amaq Melaye yang mengaku tak bisa berbahasa Indonesia itu.

Diakuinya jika, Narep merupakan tetangganya yang selama ini masyarakay mengenalnya lelaki tidak normal.

Sedangkan, Komanda Brimob Loteng AKP Sandro Dwi Rahadian, SIK, menyampaikan kepada pihak keluarga supaya menempuh jalur hukum dengan melaporkan  Narep ke Polres Lombok Tengah. Namun pihak Keluarga Faris menolaknya karena permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Narep mempunyai kondisi psikis yang berbeda dengan manusia normal pada umumnya,” ujarnya.

Untuk itu, Sandro mengingatkan kepada masyarakat agar waspada dan mengawasi anak-anak maupun keluarganya, lebih lebih dimasa saat ini tidak sedikit ditemui kasus – kasus penculikan anak. (WR)

Artikulli paraprakDunia Penyiaran Ujung Tombak Revolusi Sosial Media
Artikulli tjetërPemdes Pemongkong Jadikan Balap Sampan Event Tahunan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini