LOMBOK TIMUR – Event Balap Sampan yang digelar di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dapat membangkitkan sektor pariwisata. Tak hanya itu, imbas lainnya dapat menghidupkan sektor perekonomian masyarakat setempat.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Pemongkong, Samsul Bahri saat membuka event Balap Sampan, Sabtu (8/1) di Desa Pemongkong.

Google search engine

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi, Sj dan Anggota DPD RI, H. Achmad Sukisman Azmy didampingi Dinas Pariwisata Lotim dan sejumlah pejabat lainnya.

Pelaksanaan kegiatan ini sebagai salah satu upaya pemerintah desa untuk melestarikan budaya masyarakat setelah yang telah diwariskan secara turun temurun. Bahkan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi event tahunan pariwisata.

Kehadiran orang nomor dua di Lotim dan anggota DPD RI mendapat apresiasi dari dan sambutan dari penyelenggara event Balap Sampan.

Menurut Samsul Bahri, awalnya Balap Sampan ini digelar biasa saja. Namun tanpa disangka ternyata disambut antusias oleh masyarakat. Namun sejak mulainya muncul Pandemi Covid 19, kegiatan ini pun terpaksa harus ditunda selama dua tahun mulai dari 2019. Dan setelah Pandemi Covid 19 mulai melandai, maka lomba ini kembali digelar tahun ini.

“Pelaksanaan kegiatan tetap mengendepankan Prokes. Selama dua hari kegiatan ini masyarakat tampak membeludak dan begitu antusias untuk melihat langsung lomba ini. Kami berterima kasih atas dukungan pak wabup dan anggota DPD RI atas bantuan dan supportnya,” ujar Samsul Bahri saat melepas lomba tersebut.

Ia menambahkan selain untuk melestarikan budaya kegiatan ini juga merupakan ajang silaturrahmi masyarakat antar desa di Kecamatan Jerowaru. Karenanya, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak sehingga Balap Sampan semakin terus eksis. Diharapkan pula bisa dijadikan sebagai event tahunan oleh Dinas Pariwisata.

BACA JUGA  Sukiman dan Suhaili Hadiri Halal Bi halal Masyarakat Sikur

“Kalau dianggap menarik dan mendapatkan respon positif kita siap untuk menjadikannya sebagai even tahunan. Karena balap sampan ini tidak ada di tempat lain di wilayah Selatan,” ujarnya.
Diyakininya, event ini juga telah mampu menghidupkan perekonomian dan pelaku UMKM setempat meski hanya digelar selama dua hari. Dimana hasil berjualan bisa sampai Rp. Rp 600 ribu hingga Rp. 800 ribu perharinya.

Harapan senada juga diungkapkan Anggota DPD RI H. Achmad Sukisman Azmy. Event lomba Balap Sampan ini bisa dijadikan sebagai event tahunan. Kegiatan seperti ini terang dia bisa dijadikan ajang untuk mencari bibit- bibit unggul atlet dayung yang nantinya bisa mewakili Lotim dan NTB untuk mengikuti lomba serupa di level yang lebih tinggi.

“Animo masyarakat untuk mengikuti event ini kegiatan ini cukup tinggi dari masyarakat baik itu dari kalangan anak, remaja sampai orang tua. Apalagi lokasinya juga sangat dekat dengan Sirkuit Mandalika yang merupakan pusat olahraga Internasional,” ungkap Sukisman Azmy. (WR)

Artikulli paraprak17 Bulan Menghilang, Bocah 9 Tahun Ditemukan di Areal Sirkuit Mandalika
Artikulli tjetërJamaah NW Gelar Hiziban Akbar di Pendopo Bupati Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini