MATARAM – Sri Marjuni Gaeta (46) terpaksa mengadu ke Polda NTB lantaran perkembangan kasus pengrusakan fasilitas lahan miliknya seluas 13 hektar tak digubris Polres Lombok Sumbawa beberapa waktu lalu.

Tidak hanya pengrusakan fasilitas diatas lahan miliknya, bahkan ancaman pembunuhan terhadapnya pun tak menemui titik terang.

Google search engine

Meskipun wanita asal Pulau Sumbawa itu sudah beberapa kali melaporkan pengrusakan aset miliknya ke polisi namun hingga kini tidak ada tindak lanjut atau perkembangannya.

Kepada awak media didampingi lawyer-nya Nurdin Dino, SH,MH Law Office Sasambo, Sri Marjuni yang akrab disapa Putri mengatakan, inisiatif audensi ke Polda NTB dilakukannya karena setiap laporannya ke Polres Sumbawa, tidak ada tindak lanjut dan terkesan dipetieskan.

“Tahun 2014 sudah dilaporkan terkait pengerusakan pagar tanah milik saya, tapi tidak ada perkembangan dan dirusak lagi. Terakhir tanggal 26 Oktober 2021 saya laporkan lagi setelah terjadi pengerusakan kembali, tapi laporan saya seperti dijadikan ganjalan meja,” ungkapnya.

Putri menegaskan, pihaknya melaporkan kasus pengerusakan terhadap aset miiknya di lahan SHM 1180 Samota Kelurahan Brang Biji itu, karena dirinya sebagai warga negara yang baik dan taat hukum.

“Saya lapor polisi karena saya warga negara yang taat hukum, tidak ingin ada pertumpahan darah dengan kasus ini, karena walau bagaimana pun saya juga punya keluarga besar. Tapi anehnya, terkesan yang merusak aset saya seakan kebal hukum,” tandasnya.

Saat terjadinya pengerusakan aset miliknya terakhir pada November 2021, tutur Putri, oknum pengerusakan mengatakan bahwa mereka disuruh oleh seseorang. Dimana orang yang menyuruh tersebut merupakan tokoh bahkan mantan pejabat publik.

“Mereka bilang disuruh atau diperintahkan sama Ali BD. (mantan Bupati Lombok Timur, red). Kalau tidak benar, kan kasihan nama beliau dibawa-bawa untuk hal-hal yang tidak baik seperti ini. Jadi saya audensi ini ingin minta keadilan sebagai warga negara yang dizalimi,” ucap Putri.

BACA JUGA  Lima OPD Setor Ribuan Nama Tenaga Honda Yang Dipangkas

Sementara kuasa hukum dari Law Office Sasambo Nurdin, S.H., M.H., membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat permintaan dan atau permohonan audensi dengan Kapolda NTB.

“Kami sudah mengirim surat permintaan audensi dengan Pak Kapolda NTB, dengan tembusan Irwasda, Kabid Propam, dan Kabid Humas Polda NTB. Bahkan kami tembusi juga ke Kapolri,” ujarnya.

Nurdin yang akrab disapa Dino itu menjelaskan, kliennya memiliki alas hak kepemilikan yang kuat yakni sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal itu, kata Dino, kalau melihat alasan pengerusakan atas aset milik kliennya, yakni kelompok pengerusak dibekali SHM yang mereka klaim berada di lokasi tersebut.

“Alas hak klien saya kuat, sertifikat itu diterbitkan syaratnya tidak main-main, ada bukti jual beli dan lain-lain. Bahkan ada oknum yang mengatakan bahwa lahan klien saya masuk wanprestasi atau gagal bayar. Saya bilang tunjukkan buktinya kalau itu wanprestasi,” tegas Dino.

Bagi Dino, kepemilikan sertifikat kliennya sah dan dibayar secara cash dan carry tanpa ada tunggakan kepada siapapun.

Sedangkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. yang dikonfirmasi terkait permohonan audensi tersebut, melalui pesan singkat WhatsApp (WA) mengatakan bahwa untuk audensi tersebut, akan dilimpahkan kepada direktorat yang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Laporannya termonitor. Biasanya kasus ini didisposisi ke Dir krimum atau Dir krimsus untuk terima konsultasinya.. karena sangat teknis… Level Kapolda adalah kebijakan dan strateginya. Kita lihat saja kemana disposisinya,” imbuh Artanto.

Untuk diketahui, sesuai surat permohonan audensi tertanggal 4 Januari 2022 yang ditandatangani Sri Marjuni Gaeta, audensi akan dilaksanakan pada hari Senin (10/1/). (WR)

Artikulli paraprakJerowaru dan Sakti Lokasi Sekolah Rujukan Bagi Korban Kekerasan Seksual
Artikulli tjetërDirreskrimsus Polda NTB : Pemilik Lahan yang Dirusak Preman di Samota Dapat Perlindungan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini