Beranda BERITA Vaksinasi Anak Usia Sekolah di Lotim Tertunda Lagi

Vaksinasi Anak Usia Sekolah di Lotim Tertunda Lagi

48
0
Vaksinasi anak ditunda
Foto : Kepala Dinas Kesehatan Lotim, DR. H. Pathurrahman. (doc)

LOMBOK TIMUR – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur harus menunda lagi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang menyasar anak sekolah usia 6-12 tahun di Lombok Timur.

Vaksinasi kali ini belum bisa dilaksanakan karena anak-anak pada jenjang SD di Lotim sedang melakukan vaksinasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, DR. H. Pathurrahman mengatakan, Dikes Lotim tengah melakukan Imunisasi BIAS di semua SD yang ada di Lotim, sehingga vaksinasi harus ditunda. Dikes Lotim tidak ingin vaksinasi Covid-19 dan BIAS dilakukan secara bersamaan.

“Sebaiknya tidak berbenturan antara kedua vaksin ini. Ada jeda antara BIAS dan Vaksin Covid-19 ini,” beber H. Pathurrahman. (10/1).

Dikes Lotim juga tengah mendata jumlah SD yang sudah dan belum melalukan vaksinasi BIAS. Sehingga sekolah yang belum melakukan imunisasi BIAS akan diberikan vaksinasi Covid-19 dan bagi sekolah yang sedang melakukan BIAS bisa melakukan vaksinasi Covid-19.

Untuk vaksinasi anak usia sekolah digunakan jenis Sinovac. Namun saat ini stok vaksin di Lotim masih kurang, sehingga diharapkan pada minggu ini bisa tiba dengan segera.

“Stok tidak kosong tapi jumlahnya yang sedikit. Saat ini belum ada SD yang melakukan vaksinasi Covid-19 ini, kalaupun ada itu vaksinasi rutin yang kita sebut BIAS,” ujar Pathurrahman.

Masih kata Pathurrahman, dosis vaksin yang diberikan kepada anak sekolah tersebut sama dengan dosis yang diberikan kepada orang dewasa. Hanya saja vaksin jenis vaksin yang digunakan pada anak hanya Sinovac. Tidak seperti orang dewasa yang menggunakan banyak jenis vaksin.

Kata dia, vaksin covid-19 terhadap anak sangat penting sekali. Sebab usia anak memiliki tingkat resiko penularan sangat tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.

BACA JUGA  Kecamatan Selong Raih Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten

“Anak itu memiliki resiko yang tinggi untuk kena penyakit, sama dengan Lansia jadi sangat butuh vaksin ini,” katanya.

Jumlah vaksin yang diusulkan pihaknya ke Pemprov NTB, sebanyak 105 ribu dosis. Sementara jumlah sasaran anak yang harus mendapatkan vaksinasi sekitar 125 ribuan.

Pathurrahman berharap droping dari Pemprop NTB segera tiba untuk selanjutnya segera dilaksanakan vaksinasi. (WR)

Artikel sebelumyaPemda Batubara Nilai Lotim Berhasil Tangani Kasus Stunting
Artikel berikutnyaUji Coba PTM Penuh Mulai Diberlakukan Dikbud Lotim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here