Beranda BERITA Lokakarya MDMC Pusat : Penanganan Covid-19 Disektor Pendidikan Libatkan Banyak Pihak

Lokakarya MDMC Pusat : Penanganan Covid-19 Disektor Pendidikan Libatkan Banyak Pihak

93
0
Lokakarya sektor pendidikan
Foto : Agus Widianto, Fasilitator nasional MDMC Pusat. (doc)

LOMBOK TIMUR – Penanganan Covid-19 khususnya di sektor pendidikan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sesegera mungkin dibenahi oleh pemangku kepentingan.

Lokakarya bertajuk ‘Kajian Resiko dan Kebijakan Pandemi Covid-19 pada Sektor Pendidikan untuk Pemangku Kepentingan di Lombok Timur’ menjadi salah satu upaya untuk mencari solusi.

Lokakarya ini digelar dalam rangka program UBAH (Usaha Berubah Perilaku Hadapi Covid-19) kerjasama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan pusat Muhammadiyah dengan SIAP SIAGA Palladiuam dan DFAT Australia untuk area Lotim.

Fasilitator Nasional (Fasnas) MDMC Pusat, Agus Widianto mengatakan, penanganan Covid-19 tidak hanya stakeholder semata, namun melibatkan banyak pihak.
Menurutnya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di seluruh jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Lotim dilakukan secara terbatas.

Dengan PTM terbatas, maka penerapan protokol harus dilakukan dengan persyaratan yang ketat.

“Kalau ada kejadian di salah satu lembaga pendidikan, dilakukan PTM terbatas. Bukan berarti seluruh kegiatan belajar mengajar di daerah tersebut dihentikan,” ujar Agus Widianto, disela-sela Lokakarya, di kantor Bupati Lotim, Selasa (11/1).

Jika ada kejadian pada lembaga pendidikan, maka protokol penanganan kejadian menghentikan di sekolah yang bersangkutan.

“Saya yakin pemerintah tidak akan memberhentikan PTM secara total. Tidak akan menutup semua sekolah,” kata Agus.

Agus meyakini seiring waktu berjalan semua sekolah akan siap dalam menghadapi pandemi yang tengah terjadi saat ini. Disamping itu, sekolah pasti memiliki protokol yang ketat dan prosedur penanganan kejadian yang sudah mulai terbentuk.

“PTM ini sifatnya bersyarat tidak berarti kemudian dikatakan bebas. Dengan adanya surat edaran bersama 4 menteri maka PTM dapat dilakukan secara penuh tapi bersyarat,” katanya.

Dalam Lokakarya tersebut dihadiri oleh semua unsur mulau dari lembaga pendidikan, TNI/Polri dan media. Acara itu digelar selam 2 hari (10-11/1). (WR)

BACA JUGA  Tujuh Butir Kesepakatan Tandai Deklarasi Damai untuk Jaga Kondusifitas Lotim
Artikel sebelumyaUji Coba PTM Penuh Mulai Diberlakukan Dikbud Lotim
Artikel berikutnyaDewan Minta Distan Lotim Pasang Informasi Hasil Produksi Pertanian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here