LOMBOK TIMUR – Setelah melalui pemeriksaan, penyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) menetapkan dua orang tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengajuan dan pemberian kredit fiktif PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cabang Aikmel tahun 2020/2021.

Kedua tersangka masing-masing berinisial S, oknum bendahara UPTD Pringgasela dan AM, salah satu karyawan Bank BPR Cabang Aikmel. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada hari ini Rabu (19/1) sekitar pukul 09.30 wita.

Google search engine

Penyidik Kejari Lotim menetapkan keduanya setelah tim penyidik melakukan ekspos dan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yang sebagian besar berprofesi sebagai guru.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Selong, Lalu Muhammad Rasyidi, SH membeberkan sejumlah fakta dan bukti keduanya terlibat dalam kredit fiktif BPR Cabang Aikmel tahun 2020-2021 lalu.

“Penyidik telah menemukan dua alat bukti yang mengarah pada perbuatan para tersangka. Akibat perbuatan tersangka S dan AM telah menimbulkan kerugian keuangan Negara Cq. Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Nusa Tenggara Barat Lombok Timur Cabang Aikmel sebesar Rp.1.005.835.500,” ujar Rasyidi kepada wartawan, Rabu (19/1).

Kerugian negara tersebut kata dia, sesuai Laporan Hasil Audit/Pemeriksaan Khusus (Riksus) dari Inspektorat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kredit fiktif yang dilakukan para tersangka, PD. BPR Aikmel mengalami kerugian miliaran rupiah

Dalam akad pinjaman itu kata Rasyidi, ke 22 guru PNS yang namanya digunakan oleh oknum menerima masing-masing sebesar Rp. 50 juta. (WR)

BACA JUGA  M. Saleh Madjid : Kasus Kredit Bermasalah Bank NTB Syariah Sudah Lama dan Sulit
Artikulli paraprakBupati Lotim Buka Turnamen Badminton PWI Lotim Cup 2022
Artikulli tjetërSA Institut: Putusan Heru Hidayat Atas Korupsi Asabri Aneh, Patut Dieksaminasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini