LOMBOK TIMUR – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur bakal memanggil kembali dua orang tersangka Proyek Pengerukan Kolam Dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur, Selasa pekan depan (25/1).

Keduanya dinyatakan terlibat berdasarkan Laporan Hasil Audit (LHAP) Penghitungan kerugian keuangan Negara oleh BPKP dalam kasus yang telah merugikan keuangan negara mencapai Rp. 6,3 miliar lebih.

Google search engine

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial N dan TR selaku Komisaris PT. Guna Karya Nusantara akan menjalani pemeriksaan kembali setelah ditetapkan sebagai tersangka belum lama ini.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lotim, Lalu Muhammad Rasyidi, SH, mengungkapkan, N dan TR diperiksa setelah penetapan status keduanya ditingkatkan sebagai tersangka.

“Kami harapkan keduanya bisa memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan selanjutnya,” ujar Rasyidi kepada wartawan. Kamis (20/1).

Pemanggilan ini merupakan yang pertama setelah ditetapkan keduanya sebagai tersangka. Kendati demikian, sikap kooperatif dari para tersangka akan mempermudah jalannya pemeriksaan. Meskipun salah seorang tersangka Komisaris PT. GKN berdomisili di Bandung, Jawa Barat.

Menyoal alasan subyektif dan obyektif dilakukan penahanan untuk para tersangka dalam kasus ini, Kasi Intel Kejari Lotim, L. Muhammad Rasyidi mengaku akan mempertimbangkannya.

“Sepanjang keduanya kooperatif,” tegasnya.

Ia kembali menyebutkan, dalam kasus Dermaga Labuhan Haji ini saksi yang telah diperiksa sebanyak 25 orang. Termasuk diantaranya, mantan Bupati Lotim Ali BD dan mantan Sekda Lotim, Rohman Farli. (WR)

BACA JUGA  Terkait Korupsi Proyek Dermaga Labuhan Haji, Penyidik Kembali Periksa Direktur PT. GKN
Artikulli paraprakM. Saleh Madjid : Kasus Kredit Bermasalah Bank NTB Syariah Sudah Lama dan Sulit
Artikulli tjetërAnak Dibawah Umur Dijadikan Tameng Bertransaksi Narkoba

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini