LOMBOK TIMUR – Meski masih pandemi, tidak menyurutkan masyarakat untuk bepergian ke luar negeri.

Hal itu terlihat dari jumlah pemohon pembuatan paspor di Unit Layanan Paspor (ULP) Lombok Timur mengalami peningkatan yang signifikan.

Google search engine

Sejak level PPKM turun, jumlah pemohon pembuatan paspor dalam sehari berkisar lebih dari 10 orang dibanding sebelumnya hanya 2-3 orang saja.

Hal itu diakui Kepala ULP Lotim, Awaluddin Hidayat saat ditemui wartawan diruang kerjanya.

Menurut Awaluddin, para pemohon paspor di ULP Lotim tersebut lebih didominasi oleh para jamaah umroh, masyarakat umum yang pergi menuntut ilmu ke luar negeri dan masyarakat yang pergi berlibur. Sementara pembuatan paspor untuk masyarakat yang menjadi PMI melalui pihak Disnakertrans.

“Meskipun masih pandemi Covid-19, kami tidak bisa mengelak untuk tidak menerbitkan paspor bagi masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan untuk membuat paspor,” ujar Awaluddin.

Untuk persyaratan tambahan dalam pembuatan paspor dimasa pandemi ini, seperti adanya surat keterangan sudah divaksin, ia menjawab bahwa hal itu bukanlah menjadi ranahnya.

“Keimigrasian hanya melayani pembuatan paspor sepanjang memenuhi persyaratan yang sudah diatur dalam SOP. Seperti kartu keluarga, KTP, Akta Kelahiran dan persyaratan lainnya,” sebutnya.

Jika dibanding tahun sebelumnya, ULP telah melayani sebanyak 3.813. Jumlah itu jauh menurun dibanding tahun 2020 lalu yang mencapai 4468.

“Tahun 2021 ini mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2020 lalu,” pungkasnya.

Sementara, berdasarkan data pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, paspor yang sudah diterbitkan untuk para PMI yang bekerja ke luar negeri sepanjang tahun 2021 lalu berjumlah 319 unit. Sedangkan untuk tahun 2022 lanjut Kepala Disnakertrans Lotim, Supardi, baru berjumlah 104 paspor.

BACA JUGA  Dua Warga Suralaga Terseret Arus Saat Mancing

Penerbitan paspor tersebut bertujuan ke berbagai negara. Seperti Singapura, Brunai Darussalam, Hongkong, United Arab Emirates dan Polandia.

“Yang ke Singapura jumlahnya 55, Brunai Darussalam 1 orang, Hongkong 79 orang, Arab 2 orang dan Negara Polandia sebanyak 176 orang,” sebut Supardi. (WR)

Artikulli paraprakPartai Gelora : Eksistensi dan Fungsi MPR Saat Ini Tidak Berjalan Dengan Baik
Artikulli tjetërSukiman Azmy Jalani Fit and Proper test Sebagai Calon Ketua PD NTB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini