LOMBOK TIMUR – Sekitar 14 saksi sudah diperiksa tim penyidik Polres Lombok Timur dan Polda NTB terkait pengerusakan dan pembakaran fasilitas milik Pondok Pesantren (Ponpes) As Sunnah, Bagek Nyaka, Aikmel, beberapa waktu lalu.

Menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol, Artanto, pemeriksaan terhadap 14 saksi sebagian besarnya yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun yang berasal dari internal Ponpes pada saat peristiwa itu terjadi.

Google search engine

“Untuk kasus pengerusakan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan. Kasus tersebut naik ke tingkat penyidikan setelah tim penyidik sudah meyakini didapatkan alat bukti yang cukup,” tegas Artanto.

Disebutkan Artanto, saat ini tim penyidik masih mensinkronkan hasil dari BAP saksi-saksi dan alat bukti yang ada.

Pengerusakan Ponpes As-sunnah tersebut terjadi pada awal tahun 2022 yang lalu. Pengerusakan Ponpes oleh oknum yang tidak dikenal tersebut bermula dari isi potongan ceramah pimpinan Ponpes tersebut, yakni ustadz Mizan Qudsiah yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap makam para wali di NTB.

Dalam penyerangan tersebut, banyak fasilitas Ponpes yang menjadi bulan-bulan. Mulai dari kendaraan roda dua maupun empat yang terparkir dihalaman ponpes yang dirusak, bahkan satu unit kendaraan roda empat dibakar. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas lainnya juga ikut menjadi sasaran penyerangan.

Waktu penyerangan, para pelaku diperkirakan berjumlah ratusan orang. Selain menggunakan penutup wajah agar tidak dikenali, para pelaku juga menggunakan kain putih untuk mengikat kepalanya dan membekali dirinya dengan berbagai jenis senjata tajam.

Atas kejadian tersebut, pihak Ponpes langsung melaporkan peristiwa yang terjadi dan hingga saat ini kasus pengerusakan tersebut masih dalam proses penyelidikan, yang dilakukan oleh Polda NTB maupun Polres Lotim.

BACA JUGA  Program Lotim Berkembang Diperluas

Sedangkan, kasus ujaran kebencian yang dilakukan Ustad Mizan Qudsiah selaku pimpinan Ponpes As Sunnah, telah memasuki babak baru.

Ustadz Mizan sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polda NTB menemukan sejumlah alat bukti untuk menjerat sang pimpinan Ponpes tersebut. (WR)

Artikulli paraprakSukiman Azmy Jalani Fit and Proper test Sebagai Calon Ketua PD NTB
Artikulli tjetërSMSI Inisiasi Terbentuknya Koperasi Jiwa Kreator Sejahtera Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini