LOMBOK TIMUR – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur menurut rencana akan memanggil sejumlah saksi pasca ditetapkannya dua orang tersangka dalam kasus kredit fiktif PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) cabang Aikmel, pada minggu ini.

Pemanggilan saksi-saksi tersebut kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lotim, Lalu Muhammad Rasyidi, SH, untuk mendapatkan keterangan tambahan atas perbuatan kedua tersangka berinisial S, oknum Bendahara UPTD Pringgasela dan AM, salah satu karyawan Bank BPR Cabang Aikmel tahun 2020/2021.

Google search engine

“Penyidik akan agendakan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Rasyidi kepada wartawan, baru-baru ini.

Seperti diberitakan sebelumnya,
Kedua tersangka masing-masing berinisial S, oknum bendahara UPTD Pringgasela dan AM, salah satu karyawan Bank BPR Cabang Aikmel. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada hari ini Rabu (19/1) sekitar pukul 09.30 wita.

Penyidik Kejari Lotim menetapkan keduanya setelah tim penyidik melakukan ekspos dan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yang sebagian besar berprofesi sebagai guru.

Penetapan kedua tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang mengarah pada perbuatan para tersangka. Akibat perbuatan tersangka S dan AM telah menimbulkan kerugian keuangan Negara Cq. Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Nusa Tenggara Barat Lombok Timur Cabang Aikmel sebesar Rp.1.005.835.500.

Kerugian negara tersebut kata dia, sesuai Laporan Hasil Audit/Pemeriksaan Khusus (Riksus) dari Inspektorat. (WR)

BACA JUGA  Lotim Terbaik Dalam Pelaksanaan Konvergensi Stunting di NTB
Artikulli paraprakPemkab Lotim Jalin Kerjasama Dengan Oxfam Great Britain
Artikulli tjetërTersangka Proyek Pengerukan Dermaga Labuan Haji Mangkir Dari Pemeriksaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini