LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) kembali memutasikan sebanyak 13 Jabatan pimpinan tinggi pratama setingkat eselon II yang berlangsung di ruang lobi kantor Bupati Lotim, Rabu (26/1).

Bersamaan itu, sebanyak 17 jabatan eselon III pun turut dilantik yang dipimpin Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi, SJ, SH didampingi Sekda Lotim, Drs. HM. Juaini Taofik dihadiri sejumlah pejabat OPD lainnya.

Google search engine

Ke – 13 pejabat eselon II yang dilantik dan diambil sumpahnya diantaranya, Izzuddin S.Pd menduduki jabatan Kepala BKPSDM Lotim yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Lotim). Sedangkan, Drs. Salmun Rahman yang sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM Lotim kini menempati posisi baru sebagai Inspektur Inspektorat Daerah Lotim.

Drs. Slamet Alimin, M.Si yang sebelumnya menjabat Inspektur Inspektorat Daerah Lotim ditempatkan sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Lotim.

Drs. Purnama Hadi, MM yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Lotim ditugaskan sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra. Penggantinya, diangkat Baiq Farida Apriani, S.Sos.

drh. H. Achsan Nasirul Huda dimutasi menjadi Staf ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Sebagai penggantinya, ditunjuk Ir. Mashur, SP, sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pejabat lainnya yang ikut dimutasi diantaranya, drg. Asrul Sani sebagai Kepala Dinas Dispora menggantikan Izzuddin, SPd. Demikian pula dr. H.M. Hasbi Santoso, S.Sos, kini menempati posisi barunya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lotim menggantikan Zaidar Rohman, SSTP, MH menempati jabatan sebagai Kepala Dinas Perindustrian Lotim. Sementara, HM. Zainuddin, S.Ag diangkat pada jabatan Kepala Perpustakaan dan Arsip daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Lotim dipercayakan kepada Hj. Masnan, SPd yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Perdagangan. Penggantinya ditunjuk L. Dami Ahyani, S.IP.

BACA JUGA  Bupati Sukiman : Terimakasih Kepada OPD Yang Berikhtiar Maksimal Meningkatkan Realisasi PAD

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi, SJ, SH mengaku jika mutasi merupakan hal yang biasa bagi pejabat dilingkup pemerintahan.

Mutasi ini juga untuk menindaklanjuti hasil dari uji kompetensi yang dilakukan oleh sejumlah kepala OPD. Dan semata-mata untuk menjaga keutuhan organisasi

“Mutasi baik ditingkat pusat hingga daerah hal yang biasa saja. Dan jangan sampai karena mutasi menimbulkan perbedaan. Berkali-kali mengingatkan jabatan Sukma tinggal dua tahun sehingga butuh penyegaran organisasi,” tegas Rumaksi.

Dalam mutasi ini pun kata dia, tidak ada like and dislike atau subyektifitas kepentingan Bupati, Wabup ataupun Sekda. Jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan.

“Kita harus terima dengan lapang dada. Kita semua punya kelemahan. Jangan sampai tidak menerima jabatan ini ada kepala OPD yang stroke. Ingat, jabatan ini semata-mata untuk kebutuhan organisasi,” demikian Rumaksi mengingatkan. (WR)

Artikulli paraprakLima OPD Setor Ribuan Nama Tenaga Honda Yang Dipangkas
Artikulli tjetërRatna Dewi Diangkat Sebagai Dirut LPPL Selaparang TV

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini