LOMBOK TIMUR – Sebelum dilantik menjadi Inspektur Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Drs. Salmun Rahman menyebutkan, sekitar 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lotim telah menyetorkan ribuan nama tenaga Honorer Daerah (Honda) untuk dirasionalisasikan karena terbentur anggaran.

Namun disisi lain, beberapa OPD masih harus dipertahankan karena kebutuhan. Semisal, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Dinas LH maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Termasuk, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).

Google search engine

Dikatakan Salmun, tenaga honda ada dua jenis yakni, petugas administrasi dan petugas lapangan. Namun, pemangkasan tenaga administrasi sebaiknya berdasarkan kebutuhan saja.

“Petugas administrasi mungkin jangan terlalu banyak. Beda dengan tenaga dilapangan karena tenaganya dibutuhkan dan sulit untuk dikurangi seperti Pol PP, Dinas LH, Dishub,” sebut Salmun.

Di satu sisi katanya, BKPSDM tidak bisa memangkas tenaga honda begitu saja sepanjang tidak ada usulan dari masing-masing OPD. Meski diakuinya, pembiayaan untuk tenaga honda cukup berat.

Beda halnya dengan pembiayaan tenaga honda yang bersumber dari APBN seperti Dikbud dan dana kapitasi yang diterima Dinas Kesehatan.

“Pembiayaan tenaga honda yang bersumber dari APBD ini memang harus dipilah-pilah,” tandas Salmun.

Baginya, pemangkasan tenaga honda lebih cenderung dilakukan ditingkat kecamatan ataupun kelurahan. Sedangkan untuk OPD tergantung dari usulan masing-masing pimpinannya. (WR)

BACA JUGA  Anggota TNI amankan Puluhan Kubik Kayu Diduga Diselundupkan ke Jawa
Artikulli paraprakStudi Banding, Baznas Lobar Kagumi Baznas Lotim
Artikulli tjetër13 Pejabat Eselon II Lingkup Pemkab Lotim Dimutasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini