LOMBOK TIMUR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Barat mengaku kagum dengan capaian yang didapatkan Baznas Lombok Timur (Lotim) dalam pengumpulan zakat dan infaq selama ini.

Dalam kunjungan silaturrahim dan studi banding ke Baznas Lotim, Ketua Baznas Lombok Barat, TGH.. M Taisir Al Azhar, Lc, S. Ag, MA, tak menduga jika Baznas Lotim mampu memanage pengumpulan zakat dari para muzakki yang dinilai cukup fantastis.

Google search engine

Dibanding Baznas Lombok Barat, hanya bisa mengumpulkan sebanyak Rp. 400 juta lebih per tahun.

“Studi banding ke Baznas Lotim sebagai bagian untuk memperkuat jalinan kerjasama dan sekaligus untuk mendapatkan pengetahuan terkait sistem yang berjalan selama ini di Baznas Lotim,” jelas TGH M. Taisir saat berdialog bersama pengurus Baznas Lotim di Aula pertemuan, Rabu (26/1).

Diakui Tuan Guru, pengurus Baznas Lobar baru sebulan ini menjalankan aktivitasnya karena dilantik 29 Desember 2021 lalu. Karenanya, dari sistem pelayanan masih belum maksimal apalagi kantor Baznas Lobar masih menumpang dengan beberapa kantor dinas lainnya.

Masih kata TGH Taisir, program Baznas Lobar pada tahun 2022 ini menargetkan sebesar Rp. 7 miliar dari hasil pengumpulan zakat dilingkup ASN.
Namun setelah terhitung, target zakat dan infaq mencapai Rp. 6,6 miliar. Hasil itu dihitung dengan jumlah pengumpulan Rp. 550 juta per bulan.

“Kalau pengumpulan zakat dari kalangan ASN mencapai Rp. 550 juta per bulannya, maka dikali setahun jumlahnya Rp. 6,6 miliar per tahun,” sebut TGH. M. Taisir dalam pemaparannya.

Dijelaskannya, pengumpulan zakat dan infaq bisa menyasar obyek-obyek yang dianggap berpotensi untuk didapatkan sehingga mereka mau berzakat.
Studi banding ini tambah dia, sekaligus untuk mendapatkan pemaparan peran serta pemda.

BACA JUGA  Di Hari Buku, Wabup Himbau Meningkatkan Pendidikan Literasi Usia Dini

“Kami juga ingin mendapatkan penjelasan apa saja target yang dibebankan Baznas Lotim ketika Pemda Lotim turut serta dalam kebijakan yang dikeluarkan. Sehingga kami lebih maskimal dalam mendorong pencapaian target yang dibebankan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Lotim Ismul Bashar, SP mengungkapkan strategi yang diterapkan Baznas Lotim sehingga hasil pengumpulan zakat dan infaq jumlahnya cukup besar meski belum memenuhi target yang diharapkan.

“Baznas Lotim tahun 2021 bisa mengumpulkan zakat dan infaq sebesar Rp. 14,3 miliar per tahunnya. Tahun 2022 ini, ditargetkan sebesar Rp. 20 miliar,” ujar Ismul Bashar dalam pertemuan itu.

Perjalanan waktu, pencapaian ZIS sangat signifikan. Dari Rp. 7- 8 miliar sebelumnya menjadi Rp. 14,3 miliar per tahun.

Dijelaskan Ismul, baik pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan melibatkan seluruh potensi yang ada ditubuh Baznas Lotim. Hal itu dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Dalam menjalankan potensi itu, harus melibatkan kekuatan kepala daerah. Disamping diimbangi dengan kekuatan personil di Baznas.

“Baznas Lotim mendorong Koordinator Kecamatan (Korcam) dalam Pengumpulan ZIS. Ini dilakukan untuk mempercepat pengumpulan dan pendistribusian kepada mustahiq dan muzakki di 21 kecamatan,” ujar Ismul.

Pada bulan Ramadhan tahun lalu, ZIS yang berhasil terkumpul mencapai Rp. 3 miliar. Capaian itu melebihi target yang dibebankan.

“Trust atau kepercayaan menjadi modal utama sesuai desain distribusi dibangun Baznas Lotim selama ini. Sehingga para donatur baik dikalangan pengusaha, masyarakat bahkan ASN tidak ragu menjadi muzakki,” jelas Ismul.

Desain Pendistribusian diatur secara terjadwal agar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. (WR)

Artikulli paraprakAmankan Investor, Pemkab Lotim Tawarkan Lahan Pengalihan Penggembalaan Ternak Warga
Artikulli tjetërLima OPD Setor Ribuan Nama Tenaga Honda Yang Dipangkas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini