LOMBOK TIMUR – Peraturan Presiden (Perpres) No. 104 tahun 2021 tentang alokasi dana desa mengamanatkan, 68 persen Dana Desa (DD) dapat dimanfaatkan untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

68 persen DD tersebut 40 persen diantaranya digunakan Bantuan Langsung Tunai (BLT), 20 persen menunjang ketahanan pangan dan sisanya 8 persen untuk penanganan Covid-19.

Google search engine

Dalam implementasinya, Kepala Desa Dasan Borok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Angga Sarimah menyebutkan, alokasi DD telah tertuang dalam Perpres sesuai pemanfaatannya.

Pengalokasian dana tersebut lebih mengedepankan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desa. Meski demikian, program-program desa lainnya dapat ditunda.

“Alokasi itu sudah diatur. BLT 40 persen, 20 persen untuk ketahanan pangan dan 8 persen untuk peningkatan Covid-19,” ujar Angga Sarimah kepada wartawan, Senin (31/1).

Untuk BLT, masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh dana Rp. 300.000 per bulan. Sedangkan, untuk ketahanan pangan akan diberikan dalam bentuk bantuan kepada kelompok masyarakat. Semisal, bantuan bibit ternak, pertanian dan kegiatan pembangunan jalan usaha tani, saluran dan sebagainya.

Dikatakan Angga, untuk Desa Dasan Borok, tahun 2022 ini terjadi penurunan penerimaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Dibanding tahun 2021, ADD dan DD Dasan Borok mencapai Rp. 1,4 miliar. Sedangkan 2022 ini hanya Rp. 1,2 miliar.

“Total ADD Dasan borok sebesar Rp. 800 juta dan DD Rp. 400 juta. Turun sekitar Rp. 200 juta lebih,” katanya.

Masih kata dia, dari jumlah yang teralokasi sesuai Perpres itu, masih tersisa 32 persen yang dikelola oleh desa. Tetapi, 32 persen anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan operasional desa termasuk insentif perangkat desa.

Baginya, kebijakan yang sudah diatur dalam Perpres tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. Meskipun sejumlah program desa yang sudah direncanakan terpaksa ditunda.

BACA JUGA  Baru Lima OPD Jalin Kerjasama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu rencana program desa, pembangunan lapangan futsal. Rencana ini salah satu upaya untuk mengembangkan ekonomi didesanya. Akan ada multiflier efect yang akan didapatkan ketika lapangan futsal dibangun. (WR)

Artikulli paraprakSecara Aklamasi, TGB Kembali Pimpin NWDI
Artikulli tjetërAngka Penderita HIV/AIDS di Lotim Naik 10 Kasus

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini