LOMBOK TIMUR – Bulan Januari dan Februari merupakan puncak terjadinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lombok Timur. Tercatat pada akhir tahun 2021, sebanyak 44 kasus teridentifikasi dan telah menjalani perawatan intensif baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Sub Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Munawir Haris, SKM, M.Sc mengungkapkan, terjadi trend peningkatan angka kasus DBD di Lotim dari tahun sebelumnya. Tahun 2020, jumlah penderita DBD hanya mencapai 28 kasus.

Google search engine

“Terjadi trend peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Pada awal bulan Januari 2022 ini, ada kasus DBD tetapi tidak signifikan,” sebut Munawir Haris kepada wartawan.

Dikatakannya, biasanya pada bulan November dan awal tahun saat transisi musim kemarau ke musim hujan, selalu saja ada kasus DBD. Dan akan berangsur-angsur menurun setelah bulan Februari,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Lotim tambah Munawir Haris, telah menerjunkan tim kesehatan untuk membantu masyarakat dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Bahkan, tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) telah disebarkan ke sejumlah wilayah di Lotim dalam upaya meminimalisir keberadaan nyamuk pembawa DBD.

“Kalau memungkinkan kita akan lakukan fogging. Dan saat ini kita sedang melakukan fogging di wilayah Kecamatan Keruak dan Sikur,” kata dia.

Demikian pula untuk kegiatan bakti sosial dengan melibatkan masyarakat dan aparat desa setempat sebagai langkah memutus mata rantai DBD. (WR)

BACA JUGA  Jenazah TGH L Albayani Akbar yang Hilang Saat Dikebumikan
Artikulli paraprakLotim Kembangkan Eko Wisata Mangrove Poton Bako
Artikulli tjetërSosok Margiono Dimata PWI NTB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini