LOMBOK TIMUR – Tersangka N, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pengerukan Kolam Labuh Dermaga Labuhan Haji, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur, resmi ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur, Rabu sore (2/2).

Penahanan N karena sudah memenuhi unsur tindak pidana dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 6,3 miliar

Google search engine

Sayangnya, TR selaku Komisaris PT. Guna Karya Nusantara (GKN) tidak menghadiri pemanggilan penyidik jaksa tanpa alasan yang jelas.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lotim, Lalu Muhammad Rasyidi, SH, menegaskan, ketidakhadiran tersangka TR untuk pemeriksaan kali kedua hingga saat ini belum memberikan kabar pasti. Kendati demikian, penyidik akan memanggil tersangka TR dengan upaya paksa jika tidak menghadiri panggilan ketiga.

“Tersangka TR belum ada kabarnya. Jika pada surat panggilan ketiga tidak memenuhi pemanggilan penyidik, secara patut dapat dilakukan upaya paksa ,” ujar Rasyidi SH didampingi Kasi Pidsus M. Isa Anshori, SH kepada wartawan, Rabu (2/2).

Tersangka N, menjalani pemeriksaan hampir 7 jam lamanya. Dilakukannya penahanan tersangka N didasari alasan subyektif dan obyektif.
Selanjutnya kata Rasyidi, tersangka N akan dititip di Rutan Lapas Klas IIB Selong, Lombok Timur.

N dan TR dikenai pasal 21-29 KUHAP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tersangka N dan TR diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengerukan kolam labuh Dermaga Labuhan Haji tahun 2016 lalu.

Keduanya dinyatakan terlibat berdasarkan Laporan Hasil Audit (LHAP) Penghitungan kerugian keuangan Negara oleh BPKP dalam kasus yang telah merugikan keuangan negara mencapai Rp. 6,3 miliar lebih.

PT GKN telah menerima uang muka dari proyek tersebut sebesar Rp. 7,6 miliar dari nilai kontrak senilai Rp. 38 miliar lebih. Namun pada akhirnya, proyek tersebut batal dikerjakan oleh pihak rekanan hingga batas waktu yang telah ditentukan.

BACA JUGA  Jaksa Agung Beri Atensi Khusus Terhadap Pemberantasan Mafia Tanah dan Pelabuhan

Ia kembali menyebutkan, dalam kasus Dermaga Labuhan Haji ini saksi yang telah diperiksa sebanyak 25 orang. Termasuk diantaranya, Pihak Bank BNI Bandung selaku penjamin, mantan Bupati Lotim Ali BD dan mantan Sekda Lotim, Rohman Farli. (WR)

Artikulli paraprakPasca muktamar I NWDI: Sinergi dan Dedikasi
Artikulli tjetërPengacara : Bank BNI Bandung Harus Bertanggung Jawab Dalam Kasus Dermaga Labuhan Haji

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini