LOMBOK TIMUR – Tim dokter ahli Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya memastikan, operasi Batita kembar siam, Inaya – Anaya bakal ditunda hingga sampai dilakukan diagnostik ulang.

Semula, Inaya – Anaya dijadwalkan akan menjalani operasi pemisahan pada hari Senin, 7 Februari 2022 ini. Namun, diundur hingga hari Rabu, 9 Januari 2022.

Google search engine

Kepastian diundurnya operasi pemisahan Inaya – Anaya disampaikan oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur, dr. Ahmad Bardan Salim usai memperoleh keterangan resmi dari tim medis yang memantau kondisi pasien Inaya – Anaya di RS Soetomo.

Menurut Ahmad Bardan, tertundanya operasi terkait diagnostik karena ada sejumlah serangkaian pemeriksaan yang harus dijalani oleh pasien Inaya – Anaya.

Ia menyebut, Inaya – Anaya harus menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang merupakan salah satu dari pemeriksaan radiologi. Selain itu, pemeriksaan CT Angiografi adalah prosedur pemeriksaan dengan bantuan foto Rontgen untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri dan vena. Serta, Ekokardiografi (USG jantung) adalah metode pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menangkap gambaran struktur organ jantung.

Diundurnya jadwal rencana operasi kata Ahmad Bardan, untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar lebih matang dan lebih cermat. Itu dilakukan ketika pasien terjadi kelainan sehingga ada waktu yang lebih panjang untuk mendiagnosa.

“Sebenarnya Inaya dan Anaya sudah didiagnosa di RSUD Soedjono Selong, tetapi tim dokter ahli RS dr Soetomo mendiagnosa ulang agar lebih maksimal dan lebih detail,” ujarnya.

Meskipun Inaya dan Anaya memiliki satu organ hati, tetapi jantung mereka terpisah. Hal itu disyukuri tim dokter ahli sehingga resiko pemisahan dapat diantisipasi seminimal mungkin.

Bagi tim dokter, pemisahan organ hati bukanlah resiko tinggi karena dapat dilakukan pencangkokan.

BACA JUGA  Pemerintah Daerah Siap Backup Tahapan Pelaksanaan Pileg dan Pemilu Mendatang

“Jangankan dibagi dua, 1/3 organ hati pun bisa dicangkok. Sebab, akan tumbuh menjadi normal dan berkembang ke bentuk semula. Sehingga peluang untuk hidup keduanya cukup besar,” kata Ahmad Bardan.

Rencana operasi besar pada hari Rabu (9/2) kedua batita tersebut tidak langsung dilaksanakan. Namun terlebih dahulu tim dokter ahli akan melakukan simulasi sebagai tahap awal rencana pemisahan. (WR)

Artikulli paraprakTekan Pengeluaran, DPRD Lotim Sidak Kantor PDAM Selong
Artikulli tjetërPuluhan Wartawan Lotim Divaksinasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini