LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara menjadikan Kabupaten Lombok Timur sebagai acuan untuk membuat regulasi terkait peredaran Minuman keras (Miras).

Dalam kunjungan kerja (Kunker) DPRD Buton Selatan yang diketuai La Hijria, Kabupaten Buton Selatan mengapresiasi regulasi pengawasan minuman beralkohol di Kabupaten Lotim.

Google search engine

“Kami berterima kasih atas sambutan Pemda Lombok Timur. Untuk diketahui, Buton Selatan merupakan kabupaten yang baru terbentuk pada 2014 lalu dan masih membutuhkan banyak kelengkapan untuk terus berbenah,” ujar La Hijria saat kunker yang diterima Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Lombok Timur Purnama Hady di Rupatama 1 Kantor Bupati Lotim, Senin (7/2).

Regulasi Peredaran minuman beralkohol di Buton Selatan kata Hijria, masih harus disempurnakan. Karenanya, Lombok Timur sebagai salah satu daerah yang menjadi acuan Pemkab Buton untuk mempelajari peraturan-peraturan yang diterapkan daerah ini.

Dalam kesempatan itu, La Hijria berharap kedua daerah dapat menjalin kerja sama lebih luas di kemudian hari.

Sementara itu, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Lombok Timur, Purnama Hady menyampaikan gambaran kabupaten Lombok Timur secara umum. Ia berharap kunjungan tersebut dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak guna mendukung pembangunan di masing-masing daerah.

Dijelaskan mantan Kadishub Lotim itu, isi dan tujuan keberadaan Peraturan Daerah No.8 tahun 2002 tentang larangan memproduksi, mengedarkan, menjual, dan meminum minuman beralkohol. Dengan jumlah penduduk 99 persen muslim keberadaan Perda tersebut diharapkan tidak hanya menekan gangguan kamtibmas tapi juga menunjang pembentukan ahlak dan kepribadian sesuai norma agama.

Namun demikian Perda tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan kondisi saat ini, serta tidak selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, utamanya menyangkut investasi yang tengah digalakkan. Karenanya Perda tersebut akan disesuaikan.

BACA JUGA  Dikes Lotim Klarifikasi Perbedaan Data Stunting

“Kalau produksi minuman beralkohol tradisional di Lombok Timur relatif kecil. Minuman tersebut lebih banyak yang dibawa dari luar daerah. Pemda juga terus berupaya memberikan alternatif usaha agar para produsen lokal beralih ke jenis usaha lain,” kata Purnama Hady.

Dalam kunker tersebut dihadiri pula Kasat Pol PP, Dinas PMPTSP, Polres Lombok Timur, serta sejumlah kepala Bagian lingkup Setda Lombok Timur. (WR)

Artikulli paraprakDalam Rakor, Bupati Lotim Simak Arahan Presiden Jokowi
Artikulli tjetërBupati Lotim Beri Motivasi Formastim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini