LOMBOK TENGAH – Dibalik gegap gempita test pra musim Motogp 2022 di Sirkuit Mandalika, ada sosok yang tak bisa diabaikan begitu saja. Ya, mereka adalah Marshal.

Tugas para marshal ini cukup krusial. Keberadaannya di sekitar lintasan sirkuit membantu para rider ketika terjadi crash.

Google search engine

Syamsul Hakim, Salah satu sosok marshal saat ditemui disela-sela aktivitasnya menjaga setiap pembalap yang sewaktu-waktu mengalami kecelakaan atau terjatuh.

Ditugaskan untuk berjaga-jaga di Tikungan 17 (T17), Syamsul Hakim yang merupakan salah satu anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB ini bertekad akan mensukseskan ajang test pra musim Motogp ini bahkan pada pelaksanaan race tanggal 18-20 Maret mendatang.

Bagi Syamsul Hakim, keberadaan sirkuit Mandalika ini sebuah anugerah yang patut disyukuri oleh masyarakat Indonesia khususnya NTB.

“Kami para marshal ini akan tetap bertugas hingga 10 tahun selama kontrak Sirkuit Mandalika dengan Dorna Sport berlangsung,” tutur Syamsul kepada wartarinjani.net.

Masalah honor kata dia, tak jadi masalah meski berapapun diterima. Namun terpenting, ajang balap dunia ini bisa sukses dan dikenal oleh dunia internasional.

Sekitar 300-an lebih marshal daru berbagai profesi akan dilibatkan dalam menyukseskan gelaran Motogp bulan Maret mendatang.

Demikian halnya dengan Wahono. Kehadiran Pria asal Jawa Timur ini pun tak bisa diremehkan. Selaku petugas kebersihan, Wahono mengaku terlibat secara langsung untuk membersihkan areal sekitar sirkuit.

Sejak kedatangannya di Sirkuit Mandalika, Wahono tidak hanya bertugas sebagai membersihkan sampah-sampah yang berserakan di areal Sirkuit. Ia bersama rekan-rekan lainnya pun ditugaskan untuk menjaga toilet portable yang khusus ditempatkan di sejumlah titik.

“Kami harus standby setiap waktu untuk kebersihan areal sirkuit apalagi pada test pra musim ini. Pastinya, kesibukan akan bertambah saat main race pada bulan Maret mendatang,” kata dia. (WR)

BACA JUGA  Pemda Lotim Siapkan 33 Shuttle Bus
Artikulli paraprakBupati Lotim Hadiri Pencanangan GSPN di Gili Petagan, Sambelia
Artikulli tjetërDesa Batunampar Selatan, Kampus Alam Yang Istimewa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini