LOMBOK TIMUR – Keberadaan ‘Kampung Lobster’ di wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) nantinya akan terintegrasi dengan sektor pariwisata. Dengan demikian, akan berdampak luas bagi sektor perekonomian.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Timur, M. Zainuddin menyatakan, untuk mewujudkan program Kampung Lobster DKP telah memberikan bantuan sebanyak 41 unit Keramba Jaring Apung (KJA) di Teluk Jukung, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Google search engine

Bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif untuk merealisasikan program yang menjadi unggulan daerah ini. Apalagi, pemerintah pusat telah menunjuk rekanan untuk segera merealisasikan program Kampung Lobster.

Saat ini kata Zainuddin, akan dilaksanakan rehab dermaga eks provinsi NTB. Demikian pula pembebasan lahan dikawasan tersebut. Lahan milik pemprov yang telah dihibahkan ke pusat menjadi titik pusat Kampung Lobster.

Demikian pula dengan lahan milik warga yang kena imbas program ini. Beberapa rumah pemukiman penduduk akan direlokasi.

“Sekitar 4-5 rumah warga direlokasi yang akan dijadikan bagian lokasi kawasan terbuka hijau nantinya,” papar Zainuddin.

Disebutkan Zainuddin, relokasi pemukiman warga di Teluk Jor hingga ke kuburan sebagai salah satu upaya untuk memperluas kawasan Kampung Lobster. Termasuk memanfaatkan dermaga eks PT.NNT hingga dermaga milik pemprov.

Tak hanya itu, lahan kosong disekitar sepadan pantai akan difungsikan kembali. Sehingga, program Kampung Lobster akan terintegrasi dengan sektor pariwisata.

“Bagi pegiat pariwisata program Kampung Lobster ini dapat dijadikan salah satu lokasi untuk dikunjungi para wisatawan. Disitu ada pusat kuliner, budidaya lobster dan pulau-pulau kecil yang disinggahi,” katanya.

Untuk mendukung sektor pariwisata, akan dibangun dermaga untuk membawa wisatawan ke pantai pink melalui dermaga tersebut. Tak hanya itu, di wilayah timur juga akan dibangun eko wisata mangrove.

BACA JUGA  Buka Dialog Kebangsaan, Sukiman Berpesan Untuk Perbaiki Sholat

“Insha Allah, Kampung Lobster ini akan menjadi kawasan wisata pengelolaan sumber daya pesisir laut,” jelasnya. (WR)

Artikulli paraprakStok Sedikit, Bupati Lotim Akui Vaksinasi Dosis Dua Belum Capai Target
Artikulli tjetërPuluhan Komunitas dan TBM hadiri Workshop Pra LitCamp22

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini