LOMBOK TIMUR – IM (30) tak bisa berbuat banyak saat tim Satresnarkoba Polres Lombok Timur menemukan bungkusan plastik berisi narkotika jenis sabu dirumahnya, Kamis (24/2).

Penangkapan warga Lingkok Reke, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lotim itu berkat laporan warga yang mengetahui pelaku melakukan transaksi narkoba dirumahnya sekitar pukul 22.00 wita.

Google search engine

Menurut Kasat Narkoba Polres Lombok Timur, AKP. I Gusti Ngurah Bagus Suputra, S.H., M.H, penangkapan terhadap pelaku lantaran informasi yang didapatkan. Pelaku IM, telah diintai tim Satresnarkoba Polres Lotim karena adanya informasi akan bertransaksi narkoba.

Saat hendak digerebek, pelaku sedang duduk didepan rumahnya. Mengetahui polisi masuk ke halaman rumahnya, tiba-tiba pelaku melempar sesuatu melalui ventilasi yang didekatnya.

“Kami melihat pelaku membuang barang haram itu. Pelaku diamankan lalu diajak ke sebelah rumahnya,” tutur Gusti Bagus kepada wartawan, Sabtu (26/2).

Setelah diselidiki, ternyata barang yang dibuang di areal persawahan itu berupa 3 bungkusan plastik berisi bubuk putih berserakan dan mengambang di atas air yang ada disawah, 1 buah dompet emas warna coklat dan 1 buah timbangan digital.

Mengetahui barang yang dibuang itu adalah miliknya, IM tak bisa berkutik. Selanjutnya tim melakukan penggeledahan badan dan rumahnya.
Polisi kembali menemukan 2 buah HP android, 1 bungkus plastik klip kosong dan dompet warna hitam berisi uang tunai sebesar Rp. 950.000.

“Uang itu kami duga sebagai uang hasil transaksi Narkotika,” kata Kasat Narkoba.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku dan barang bukti berupa sabu seberat 56,25 gram kemudian diamankan ke Polres Lombok Timur guna proses hukum lebih lanjut.

Dalam penangkapan pelaku IM, sejumlah saksi warga setempat terpaksa dihadirkan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 112 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit 800 juta rupiah dan paling banyak 8 milyar rupiah. Dan, Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit 1 milyar rupiah dan paling banyak 10 milyar rupiah. (WR)

BACA JUGA  227.860 Warga Lotim Sudah Dapatkan Layanan Vaksinasi
Artikulli paraprakLotim Raih Peringkat I Nasional Berkinerja Terbaik Pengelolaan DAK Fisik 2021
Artikulli tjetërDunia Islam Merespon TOA (Part 1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini