OPINI, Apapun Alasannya Invasi Suatu negara ke negara lain tidak bisa dibenarkan, negara manapun yang melakukan nya. Karena sangat mengganggu perdamaian Dunia.

Akan tetapi, harus kita fahami bahwa
Indonesia dalam Perang Rusia dan Ukraina harus berani mengambil sikap seperti sikap Presiden Soekarno. Gerakan Non Blok / Non Align Movement Soekarno sangat berhasil dalam mewujudkan keseimbangan dunia. Gerakan ini dalam menjalankan kebijakan luar negeri tidak memihak pada Blok barat Pimpy Amerika dan blok Timur Pimpinan uni Soviet. Negara-negara yang tergabung pada gerakan non-blok ini melakukan konferensi Asia-Afrika.

Google search engine

Ditangan kiri Soekarno menggenggam kekuatan Amerika dan tangan kanannya genggam Rusia, disini Soekarno ingin menghadirkan secara total Indonesia sebagai negara non blok, Negara yang mementingkan perdamaian Dunia.

Untuk saat ini Indonesia secara geopolitik juga tidak jauh beda dengan Rusia, berada ditengah-tengah negara yang berafiliasi dengan NATO.
Rusia dikelilingi oleh negara yang berafiliasi NATO seperti Polonia, Lituania, Letonia, Hungaria, Bulgaria, Estonia, dan Belgia lalu mau ditambah lagi dengan Ukraina. Ini yang tidak di inginkan Rusia, Ukraina sendiri hampir 70 persen Rakyat adalah Rakyat dengan kultur, ras yang sama dengan Rusia dan selain itu rusia merasa keamanannya diancam oleh kekuatan NATO.

Perang Rusia-Ukraina sebenarnya hanya memperingatkan NATO/ Amerika dan sekutunya supaya tidak sewenang-wenang ingin menguasai Dunia. Permintaan Rusia sederhana, supaya NATO tidak menjadikan Ukraina bagian dari NATO, demi kemanan Rusia kedepan.

Jika Rusia mau melakukan agresi militer secara massif mungkin Ukraina takluk dalam sekejap, akan tetapi Rusia hanya melakukan demiliterisasi dengan melumpuhkan kekuatan keamanan Ukraina. Demikian pula Rusia menaruh kekuatan militer di jalur Mediterania supaya negara timur tengah tidak ikut-ikutan dalam masalah ini.

BACA JUGA  Jaringan Internet Rusak, Tes CPNS di Lotim Terpaksa Ditunda

Kembali ke Indonesia, saat ini Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Getol-getolnya membeli Persenjataan, Pesawat tempur dan alutsista yang notabene dominan dari negara NATO seperti Italia, Prancis, Amerika dan Jet tempur Rusia. Dan secara geografis diapit oleh negara-negara afiliasi NATO. Ini Perlu menjadi analisa atau pertimbangan bersama bagaimana Indonesia menyikapi polemik Rusia- Ukraina dan seperti apa Posisi Indonesia saat ini.

Soo, Langkah terbaik yang perlu dilakukan adalah kembali mengkampanyekan Gerakan Non-Blok seperti yang dilakukan Presiden Soekarno dengan menjalankan kebijakan luar negeri yang tidak memihak atau condong ke satu kekuatan.

Penulis : M.Azhar Shiddiq

Artikulli paraprakBupati Sukiman : Percepat Vaksinasi, Pemkab Lotim Siapkan Paket Sembako
Artikulli tjetërOPINI | Mandalika di Mata Dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini