LOMBOK TIMUR – Sejumlah warga menyayangkan acara launching pengurus klub Tantero (Tanjung Teros), Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Minggu (6/3) kemarin dibarengi dengan pembagian selebaran kalender bergambar salah satu partai dan kandidat calon.

Kegiatan launching jersey pengurus klub Tantero di lapangan Tanjung sejak awal ditentang masyarakat Tanjung dan Teros. Kehadiran Klub Tantero selain bernuansa politis juga lantaran pemain-pemain yang tergabung dalam klub Tantero berasal dari luar wilayahnya.

Google search engine

Salah seorang warga Tanjung berinisial SE, mengecam keterlibatan oknum camat yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran sang camat justru menjustifikasi lahirnya klub Tantero yang banyak ditentang oleh masyarakat Tanjung dan Teros.

“Yang kami sesalkan kepada oknum camat, kenapa dia berperan untuk melahirkan klub Tantero yang justru ditolak warga. Lalu, ada apa dalam kegiatan tersebut harus ada bagi-bagi kalender salah satu partai,” ujar SE yang meminta namanya diinisialkan oleh wartawan, Minggu (6/3).

Selain itu, kegiatan hiburan pada malam harinya pun mengganggu warga sekitar. Acara hiburan dilakukan hingga pada tengah malam. Mirisnya, di masa pandemi saat ini tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Hiburan karaoke sampai pukul 02.00 dini hari. Tentu kami warga sekitar merasa terganggu,” kesal SE.

Dia menegaskan, keberadaan klub Tantero justru akan memecah belah persatuan warga setempat. Apalagi, sedari awal Tanjung dan Teros sudah memiliki klub bernama Persata (Persatuan Sepak Bola Tanjung) dan Porat (Persatuan Olahraga Teros).

Ia mengaku kuatir, jika kehadiran Tantero FC akan berimbas pada disharmonisasi yang berakibat pada keributan antar masyarakat Tanjung dan Teros.

Sementara itu, Camat Labuhan Haji, Muhir, S.Pd membantah keterlibatannya dalam acara launching jersey klub Tantero.

BACA JUGA  Ribuan Santri Ikuti Pawai Alegoris Sambut Muktamar NWDI

Justru kehadirannya pada acara tersebut sebagai undangan dan pemberi motivasi kepada klub yang dibentuk oleh masyarakat Tanjung dan Teros.

“Kalau launching baju Tantero FC saya hanya diundang dan tidak pernah terlibat dalam pembentukan apalagi kepengurusan. Demikian pula pembagian kalender, saya tidak tahu sama sekali,” ungkap Muhir kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (7/3).

Muhir juga mengisyaratkan jika warga menolak keberadaan Tantero FC, sebaiknya diajukan PTUN. Baginya, bukanlah kapasitasnya untuk menjawab keberadaan Tantero FC.

“Salah alamat kalau warga protes dan menolak Tantero FC kepada saya. Itu menjadi kewenangan pengurus Tantero FC,” ujarnya.

Dengan tegas Muhir mengingatkan, tidak ada seorang pun yang melarang mendirikan apapun kecuali mendirikan partai terlarang. Demikian pula halnya dengan pendirian klub Tantero FC ini.
Jika ada yang tidak terima, itu sah-sah saja. Yang pasti, sepengetahuannya Tantero FC terdaftar dalam PSSI Lotim.

Sementara itu, Ketua Pengurus Tantero FC, Purhandoko juga membantah pada acara launching baju klub ada pembagian kalender salah satu partai.

Menjawab keraguan warga, Purhandoko bahkan akan memperlihatkan seluruh rekaman video acara tersebut jika ditemukan ada pembagian kalender salah satu partai maupun kandidat calon lainnya.

Terkait keberadaan Tantero FC, Purhandoko mengakui telah melakukan pendekatan kepada semua pihak dalam pembentukan klub tersebut. Meski diakui, banyak pihak yang menentangnya. Namun, niatnya untuk membesarkan salah satu klub sepak bola di Lotim ini semata-mata untuk kemajuan daerah.dibidang olahraga.

“Sudah 20 tahun lamanya saya merintis Persata. Bahkan pernah masuk bermain dalam Divisi 3 PSSI. Pun, sejumlah prestasi telah kami raih,” tutur mantan full back Persata itu.

Tantero FC ini lahir karena inginkan perubahan dalam sepak bola di Lotim bahkan ditingkat nasional nantinya. Kesepakatan bersama dalam visi misi Tantero FC yang tertuang dalam akte pendirian itu salah satunya mendirikan perwakilan klub diluar daerah. Termasuk mendirikan lembaga sekolah sepak bola. (WR)

BACA JUGA  Saat Di-Rapid Test, Tiga Peserta CPNS di Lotim Dinyatakan Positif Covid-19
Artikulli paraprakLotim Raih Penghargaan Pengelolaan DAK Fisik Tingkat Nasional
Artikulli tjetër13 Desa di Lotim Ditetapkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini