LOMBOK TIMUR – Pelayanan uji kendaraan atau KIR kendaraan di Dinas Perhubungan Lombok Timur ditutup sejak 15 Februari lalu. Penutupan KIR lantaran mengalami alat mengalami kerusakan dan harus melakukan pengadaan alat baru.

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, Baiq Farida Apriani mengungkapkan, kerusakan alat KIR setelah ada pemberitahuan dari pusat bahwa alat tersebut mengalami kerusakan dan tidak layak untuk digunakan kembali.

Google search engine

Belum diketahui pasti, sampai kapan peralatan tersebut dapat beroperasi kembali. Pastinya, kerusakan peralatan uji KIR tersebut telah dilaporkan kepada pemimpin daerah.

“Peralatannya harus ada perbaikan dan ada juga yang diganti,” terang Kepala Dinas Perhubungan Lotim Baiq Farida Apriani kepada wartawan belum lama ini.

Solusinya, kata Farida, Dishub Lotim telah berkoordinasi dengan Dishub Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram dan KLU untuk memberikan pelayanan Uji KIR bagi masyarakat Lotim.

Sehingga masyarakat Lotim yang akan melakukan uji KIR di Kabupaten tersebut diberikan surat rekomendasi oleh dishub Lotim.

Adapun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil Uji KIR tersebut akan kembali kepada daerah tempat uji KIR.

Disebutkan pada tahun 2021 lalu dari jumlah PAD yang telah ditargetkan, Dishub Lotim mampu mencapai target lebih dari 100 persen dari Uji KIR. Sementara pada bulan Januari tahun 2022 sudah mampu menghasilkan PAD sebesar Rp. 90 juta.

Tahun 2021 lalu, PAD dari Dishub Lotim mampu menembus angka Rp. 1,2 miliar.

“Kalau bulan Februari kita dapat setengah karena pertengahan bulan kita sudah tutup pelayanan jadi kita tidak ada yang masuk,” katanya.(WR)

BACA JUGA  Eksekutif - Legislatif Sepakati Perubahan KUA - PPAS APBD 2021 Lotim
Artikulli paraprakAngkasa Pura Logistik Handling Cargo MotoGP Mandalika
Artikulli tjetërKini, Pulau Maringkik Punya Pokdarwis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini