LOMBOK TIMUR – Terjadinya kelangkaan minyak goreng (Migor) bukan hanya terjadi di Lombok Timur atau NTB saja, melainkan secara nasional. Namun begitu, Dinas Perdagangan Lombok Timur akan terus melakukan pemantauan harga di lapangan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kelangkaan minyak goreng.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani mengungkapkan, ada 2 pola dalam harga komoditi. Pertama, harga yang ditetapkan oleh pemerintah atau subsidi dan harga pasar yang agak mahal.

Google search engine

Dua jenis harga ini diberlakukan karena konsumen berbeda. Perbedaan itu karena status sosial ekonomi masyarakat yang berbeda pula.

Karenanya, kata Dami Ahyani, mendorong masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas agar membeli minyak goreng dengan harga pasar bukan membeli harga yang ditetapkan oleh pemerintah atau minyak goreng subsidi.

Harga yang ditetapkan oleh pemerintah dengan sebesar Rp. 14.000 perliter tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Sementara harga pasaran bagi masyarakat yang kelas ekonomi ke atas.

Menurut dia, masih ada masyarakat ekonomi ke atas membeli minyak goreng yang lebih murah sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

“Dalam hukum ekonomi kadang-kadang orang itu yang lebih dulu kemana-mana mencari minyak yang lebih murah dan itu juga sulit untuk dikendalikan,” kata Dami.

Selain itu, penyebab kelangkaan minyak goreng khususnya di Lotim disebabkan oleh
distribusi minyak goreng ke Lotim masih terbatas dibandingkan dengan tingginya kebutuhan masyarakat.

Termasuk juga pendistribusian minyak goreng dari produsen hingga ke tingkat pengecer yang belum lancar.

Dami juga menyebutkan, sebelumnya sebanyak 5 kontainer minyak goreng masuk ke NTB. Minggu ini, droping 11 kontainer yang akan didistribusikan ke 10 kabupaten/kota.

Untuk menghindari kelangkaan minyak goreng, Disdag Lotim telah menggelar bazar dengan harga murah disejumlah tempat. (WR)

BACA JUGA  PTM Sekolah di Lotim Mulai Normal
Artikulli paraprakBupati Lotim Serahkan Bansos di Desa Danger
Artikulli tjetërTerhitung 15 Maret, Penginapan di Lotim Tidak Menerima Tamu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini