LOMBOK TIMUR – Angka kematian ibu dan bayi di Lombok Timur masih tinggi. Padahal angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati (RSIAPH) Lombok Timur, Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menegaskan, nantinya keberadaan RSIAPH justru sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Lombok Timur periode 2018-2023.

Google search engine

Bupati Lotim Sukiman Azmy mengapresiasi rencana Pembangunan RSIAPH yang terletak di Dusun Tanak Malit Selatan, Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Lotim itu.

Dalam sambutannya, Bupati Lotim  menyampaikan rasa terima kasihnya atas rencana pembangunan itu. Disebutkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Lombok Timur masih tinggi.  Diibaratkan, kehadiran RSIAPH tersebut di Lombok Timur sebagai baut ketemu skrup.

“Sangat tepat ditengah upaya Lombok Timur menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Sukiman Azmy dalam peletakan batu pertama pembangunan RSIAPH, Senin (21/3).

Karena itu ia berharap kehadiran pusat layanan kesehatan ini dapat membantu upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sehingga posisi IPM Lombok Timur dapat diperbaiki.

Seperti kerap disampaikan, ditargetkan IPM Lombok Timur berada di posisi ke – 7 pada akhir periode RPJMD 2018-2023.

Saat ini IPM Lombok Timur masih berada di posisi ke – 8 dari 10 kabupaten/ kota di Provinsi NTB. (WR)

BACA JUGA  Pandemi Bikin PAD Lotim Nyungsep
Artikulli paraprakGubernur Jateng Ganjar Pranowo Kagumi NW
Artikulli tjetërSekda Lotim Buka Latsar CPNS Secara Virtual

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini