LOMBOK TIMUR – Diperkirakan, 126 ribu Administrasi Induk Kependudukan (Adminduk) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum terkoneksi dengan Data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) pusat dari Kementerian Sosial RI.

Dengan angka tersebut, setidaknya daerah dapat menghemat anggaran sekitar Rp. 67 miliar.

Google search engine

Diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taofik, M.Ap, Kementerian Sosial RI saat ini masih menerima PBI JK dari daerah sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Untuk Kabupaten Lotim, data penerima PBI JK pusat sekitar 126 ribu orang. Namun, data itu belum terkoneksi karena bermasalah dengan Adminduk.

“Saat ini ada pembersihan data dari kemensos. Peluang ini akan kita manfaatkan untuk memasukan data adminduk tersebut,” ungkap Sekda Lotim, Juaini Taofik belum lama ini.

Pembenahan data adminduk tersebut katanya, sehingga terkoneksi dengan data PBI JK pusat sama artinya menghemat anggaran daerah sebesar Rp. 67 miliar.

Kuncinya tambah Juaini Taofik, Adminduk di online kan, Kartu Keluarga (KK) disempurnakan, data mutasi penduduk segera diperbaiki atau dilaporkan sehingga data yang ada dapat terkoneksi.

Tidak hanya itu, kolaborasi OPD terkait bersama Dinas Sosial Lotim untuk mempercepat perbaikan data dengan mengaktifkan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Itu saja belum cukup, Pemerintah Desa melalui operator desa dapat membantu melengkapi data yang ada.

“Ditengah keterbatasan APBD, kerja cepat untuk menyelesaikan DTKS dapat mengurangi beban daerah,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan itu semua pihak terkait secepat mungkin bekerja. Semakin cepat semakin banyak yang akan dihemat. Selama belum tervalidasi maka akan menjadi beban APBD. (WR)

BACA JUGA  SA Institut: Putusan Heru Hidayat Atas Korupsi Asabri Aneh, Patut Dieksaminasi
Artikulli paraprakLaporkan Pedagang dan Distributor Minyak Goreng Menjual Diatas HET
Artikulli tjetërKampung Lobster Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini