LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy meminta komitmen panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX tingkat Propinsi NTB untuk tidak bertumpu pada anggaran yang disiapkan Pemkab Lotim sebesar Rp. 1,6 miliar.

Penekanan itu diungkapkan Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat memimpin rapat kesiapan Kabupaten Lotim ditunjuk menjadi tuan rumah MTQ XXIX mendatang.

Google search engine

Selain itu, Bupati Lotim juga meminta agak pelaksanaan MTQ ditunda hingga bulan Juni 2022 mendatang. Permintaan pengajuan penundaan pelaksanaan  MTQ demi mematangkan persiapan tersebut.

Dalam rapat tersebut, Orang nomor satu di Kabupaten Lombok Timur memberikan lima poin penekanan kepada Panitia Penyelenggaraan MTQ XXIX tingkat provinsi NTB.

Penekanan tersebut tentunya untuk kesuksesan penyelenggaraan dan keberhasilan Lombok Timur meraih prestasi juara umum.

Seperti diketahui Lombok Timur pada penyelenggaraan MTQ sebelumnya berhasil meraih peringkat kedua.

Sorotan pertama diantaranya, upaya pembinaan yang dilakukan terhadap kafilah Lombok Timur untuk meraih target.

“Diingatkan agar pelaksanaan pelatihan terpusat (training center) dilakukan secara optimal. Pelatihan secara terpusat ini minimal harus berlangsung dua pekan. Pesertanya tidak hanya yang meraih juara pertama melainkan juga peringkat dua dan tiga. Ini sebagai langkah antisipasi dan memaksimalkan potensi,” pinta Sukiman Azmy.

Dia juga meminta penjelasan komitmen Pemerintah Provinsi NTB terhadap penyelenggaraan kegiatan ini sehingga tidak hanya bertumpu pada alokasi dana Pemda Lombok Timur senilai Rp.1,6 Milyar. Apalagi dana tersebut juga sudah termasuk untuk pelaksanaan pelatihan terpusat.

Diharapkan juga agar panitia mempersiapkan secara seksama pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah. Dengan demikian tidak ada keluhan terhadap penyelenggaraan dari berbagai aspek, termasuk akomodasi dan transportasi.  Terlebih mengingat kegiatan ini sebagai bentuk syiar agama Islam.

BACA JUGA  Masuk 10 Besar, Desa Kumbang Wakili  NTB Dalam Ajang Lomba SID

Keikutsertaan lembaga di luar pemerintah diharapkan pula dapat memberikan dorongan suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut, di samping melalui kegiatan tambahan yang digelar di ruang-ruang publik yang ada di Lombok Timur seperti Taman Rinjani atau pun Masbagik.

Di hadapan Kepala Kementerian Agama Lombok Timur, seluruh Kepala OPD, Kepala Bagian, dan Pengurus LPTQ, Bupati bahkan meminta pengajuan penundaan pelaksanaan  MTQ demi mematangkan persiapan tersebut. Bupati berharap agar MTQ dapat ditunda hingga Juni mendatang.

Menyikapi berbagai penekanan tersebut, Sekda H.M. Juaini Taofik yang memimpin rapat kemudian mengingatkan untuk mendorong kolaborasi seluruh pihak, mulai dari OPD hingga organisasi profesi halnya upaya yang dilakukan dalam berbagai kegiatan maupun program pembangunan. (WR)

Artikulli paraprak2022, Pemkab Lotim Rencanakan Bangun Puskesmas Pancor
Artikulli tjetërBupati Lotim Ajak Pejabat Daerah Salurkan Zakat Lewat Baznas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini