Peserta Latsitarda kali ini berjumlah 225 orang, dimana 216 orang merupakan gabungan dari Taruna Akademi Militer (AKMIL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian (AKPOL), dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang mana dua di antaranya merupakan putera daerah Lombok Timur, sementara 9 orang lainnya adalah mahasiswa yg di perbantukan dari berbagai universitas di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, antap berjumlah 40 orang yg nantinya akan menjadi pelatih peserta di masing-masing posko yang ada di Kecamatan Masbagek, Pringgabaya, Sambalia dan Jerowaru.

Sebelum bertolak ke BLKI, para peserta Latsitarda telah lebih dulu mengikuti upacara pembukaan di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, yang dilanjutkan dengan kirab parade drumband yang di mulai dari Kantor Gubernur NTB hingga Taman Mayura, Cakranegara dan Mataram.

Bupati Lombok Timur menyambut hangat para peserta Latsitarda, dalam kesempatan tersebut Bupati berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat mencintai Lombok Timur seperti mencintai Indonesia.

Google search engine

Bupati yang saat itu mengenakan pakaian adat menjelaskan filosofi dari pakaian adat sasak, yakni sapuq yg ujungnya lancip ke atas merupakan simbol dari ketuhanan yang maha esa, bahwa hidup manusia bergantung ke sang penguasa. kemudian sarung buatan Lombok yang jika digunakan ujungnya harus menyentuh tanah menandakan bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. sementara sabuk belo yang digunakan sebagai ikat pinggang yang mempersatukan sarung dengan baju merupakan simbol integrasi, demikian juga halnya dengan integrasi dan sinergi antara TNI, Pemda dan masyarakat.

BACA JUGA  Harlah ke 32, IPHI NTB Santuni 2000 Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

Di samping itu, Komandan Kodim (Dandim) 1615/ Lombok Timur Letnan Kolonel Infanteri Amin M. Said, S.H., mengatakan kegiatan bermasyarakat melalui program Latsitarda ini nantinya akan menjadi pedoman bagi semua peserta pada saat bertugas di wilayah masing-masing usai dilantik, ia juga menghimbau agar para peserta memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya untuk berinteraksi dengan masyarakat dan menghindari pelanggaran aturan sekecil apapun.

Dengan harapan, seluruh peserta Latsitarda yang akan mengikuti pelatihan tetap lengkap saat pelantikan.

Hal serupa juga disampaikan Kapolres Lombok Timur A.K.B.P Herman Suryono M.H., ia berpesan agar para peserta jangan sampai menciderai akademi, para peserta juga harus menghormati budaya setempat, serta dalam mengambil keputusan haruslah berkoordinasi dengan pimpinan.

Selain itu para peserta di amanatkan untuk menyampaikan hal-hal penting kepada masyarakat, terkait bermedia sosial dengan bijak dan tidak cepat percaya berita hoax, serta keamanan berlalu lintas.

 

Tujuan utama Latsitarda
Supaya peserta mengenal satu sama lain, karena para peserta latsitarda merupakan calon pemimpin masa depan, sehingga Pengalaman ketika bersinergi seperti saat ini, jika nantinya ada persoalan apapun yang muncul bisa diatasi dengan baik.

Kearifan lokal juga jangan pernah dilupakan, kearifan lokal harus menjadi perhatian utama.

Gubernur Akademi Angakatan Laut juga menyampaikan pesannya kepada peserta Latsitarda yang di wakili oleh Komandan Satuan Tugas Latihan II/ HIU Mayor Marinir Muhammad Kristian M.T.R – OPS LA, yang mana pesannya agar para peserta Latsitarda yang 2 bulan lagi akan melaksanakan Prasetya Perwira (Praspa) agar menjaga kode etik taruna, menjaga kehormatan, menjaga kesehatan dan menjaga diri, serta jangan sekali kali menyakiti hati rakyat.

Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cindera mata dari dansatlatgas II/HIU kepada pemerintah daerah Labupaten Lombok Timur, dan sebaliknya, serta foto bersama.(***)

BACA JUGA  Diplomasi Kemanusiaan Sang Bupati Lotim
Artikulli paraprakKegiatan Latsitarda, Sukiman Mengaku Nostalgia
Artikulli tjetër108 Wartawan NTB Ikut Seleksi PORWARNAS di Jatim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini