wartarinjani.net | Lombok Barat – Dalam upaya untuk mengejar capaian target dan evaluasi program di Bidang Kesehatan Kabupaten Lombok Barat pada Semester I Tahun 2022, Bupati H. Fauzan Khalid didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Lombok Barat H. Agus Gunawan membuka rapat koordinasi (Rakor) Dinas Kesehatan Lombok Barat bertempat di Hotel Montana Senggigi Lombok Barat, Selasa (19/7).

Google search engine

Maksud digelarnya rakor tersebut yakni ingin mengetahui capaian program Dinas Kesehatan Lombok Barat pada semester satu pada tahun 2022.

Kemudian realisasi capaian serta kendala-kendala yang dihadapi pihak dinas.

Hal itu disampaikan Arif Suryawirawan, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat pada awal sambutannya.

Selanjutnya, kata Arief, kegiatan rakor akan berlangsung dua hari, di hari pertama pemaparan dari Dinas Kesehatan dan dari dua direktur rumah sakit yakni RSUD Tripat Gerung dan Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada.

Hari kedua akan ada diskusi mencari solusi serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapai target yang sudah disepakati bersama.

Rakor diikuti oleh 75 peserta dari Dinas Kesehatan Lombok Barat dengan jajaran pejabat eselonnya, Rumah Sakit Patut Patuh Patju dan RSAM Narmada dengan pejabat eselonnya serta Kepala Puskemas se-Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan tersebut. Sebelum membuka rakor Fauzan menyampaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Dinas Kesehatan secara persentase paling tinggi capaiannya. Namun dari sisi target sampai bulan Juni 2022 baru 49,53 persen dari target 50 persen belum mencapai target terutama di Puskesmas.

Untuk itu Mantan Ketua KPU NTB itu berharap pemanfaatan RSUD Lombok Barat sebagai tujuan rujukan dari puskesmas se-Lombok Barat sampai saat ini baru mencapai 50 persen. Katanya, masih banyak Puskesmas di Lombok Barat yang merujuk ke luar Lombok Barat.

BACA JUGA  Hakim PN Selong Tolak Gugatan Pra Peradilan Tersangka Dermaga Labuhan Haji

Ke depan komitmen semua Puskesmas untuk mengutamkan Rumah Sakit sendiri yang ada di Lombok Barat menjadi tujuan rujukan untuk meningkatkan capaian PAD.

“Silahkan buat semacam peraturan bupati (perbub) itu bukan tidak boleh, selama ada syarat-syarat dan tidak melangggar unsur-unsur etis kesehatan harus merujuk ke dua Rumah Sakit sendiri seperti Rumah sakit Tripat dan Awet Muda Narmada,” harapnya.

Berikutnya pelayanan di jajaran Dinas Kesehatan juga perlu adanya peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas dan RSUD untuk menitikberatkan pada peningkatan kapasitas petugas, melengkapi sarana prasarana, kepatuhan terhadap SOP menjaga kebersihan fasilitas kesehatan dan menerapkan budaya senyum, salam dan sapa.

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Lombok Barat juga dimintanya berkonsep green hospital supaya indah bersih dan nyaman.

“Dua rumah sakit di Lombok Barat sudah mengarah kesana menjadi rumah sakit green hospital dengan membuat taman dan menanam bunga,” ujarnya.

Politisi Partai Nasdem itu minta semua jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas tetap fokus untuk mengupayakan terwujudnya eliminasi malaria TB tahun 2022 serta memastikan tri zero HIV-Aids dapat terlaksana dengan baik.

Begitu juga kasus stunting harus ada rapat bulanan di bawah koordinasi pihak kecamatan, untuk melibatkan desa dan Pustu setempat supaya hasilnya lebih maksimal, Fauzan menganjurkan.

“Saat ini kasus stunting sudah menurun dari 22, 71 persen di tahun 2021 menjadi 20,7 persen di pertengahan tahun 2022 ini. Dan di
harapakn di akhir tahun 2022 bisa menurun menjadi 18 persen. Dan target tahun 2024 kasus stunting di Kabupaten Lombok Barat berada di bawah 14 persen,” harapnya.

Peran serta keluarga besar Dikes Lobar diharapkannya mencapai target-target RPJMD bahkan bisa melebihi target itu.

BACA JUGA  Fathul Bagi Paket Buka Puasa di RSUD Praya

“Saya yakin semua bisa karena banyak capaian RPJMD itu tergantung pada keseriusan dan kebersamaan kita. Saya nyatakan kembali itu bisa kita capai bahkan melebihi,” katanya

Dengan sisa waktu yang ada, sambungnya, perlu ditingkatkan kemudian di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi dan berprestasi lagi sehingga program di bidang kesehatan mendapatkan hasil yang maksimal dengan tujuan untuk kepuasan masyarakat.(Wr- Lobar )

Artikulli paraprakSosialisasi Pengisian E-katalog Lokal dan On Boarding di Pimpin Sekda Lotim
Artikulli tjetërSepuluh Desa di Lombok Barat Jadi Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini