4 Warga Sepapan Tersambar Petir

0
89

JEROWARU, Warta Rinjani – Hujan lebat disertai petir, Jumat (27/12), rupanya membawa petaka. Ada empat orang warga Orong Bukal, Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur menjadi korban sambaran petir.

Keempat warga yang tersbar petir yakni Nur Ihsan 17 tahun, Sinarep 32 tahun. Ihsan dalam kondisi kritis dan Sinarep mendapat luka bakar. Dua korban lainnya yakni Harjan 25 tahun dan Yusron 16 tahun. Keduanya hanya mendapat luka ringan.

Dari keempat korban, tiga diantaranya langsung dilarikan ke Puskesmas Jerowaru. Mereka dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara Nur Ihsan tidak dilarikan lantaran pihak keluarga berharap ada keajaiban agar kondisinya membaik.

Ihwal keempat warga Sepapan ini menjadi sambaran petir yakni ketika mereka sedang bertedih di pohon asam di Bagek Jongkor Dusun Jelok Buso, Sepapan.

“Keempat korban adalah satu keluarga. Mereka sedang mencari kayu kering,” kata Kapolsek Jerowaru IPDA Abdul Rasyid.

Baca Juga  SMSI Temui MPR RI: Soal Penembakan Wartawan, Komnas HAM Perlu Bentuk Tim Pencari Fakta

Kayu hasil pencarian keempat warga ini niatnya akan dipergunakan untuk acara syukuran. Ini karena di rumah mereka ada acara resepsi pernikahan.

Ia mengatakan, saat pihaknya mendapat laporan, ia langsung menerjunkan anggotanya. Langkah ini diambil guna memastikan kondisi korban.

Karena para korban dinilai memerlukan pertolongan medis, anggotanya kontan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Jerowaru. Korban dilarikan dengan mobil patroli.

Khusus Nur Ihsan, setelah kondisinya kritis dan pihak keluarga menolak dirawat di Puskesmas akhirnya mengembuskan nafas terakhir. Ia di makamkan di pekuburan umum Dusun Orong Bukal sekitar pukul 09.00 Wita, Sabtu (28/12).

Secara terpisah Amaq Utara, saksi kejadian mengatakan, peristiwa sengatan petir terjadi sekitar pukul 16.00 Wita tepatnya setelah selesai azan waktu Asar. Peristiwa itu terjadi begitu cepat sehingga korban tidak bisa tertolong.

“Kejadiannya cepat sekali, bunyi petir yang begitu besar seperti bunyi bom. Selain itu, kilatan petir membuat rumah terang. Bahkan, dari getaran ini kaca depan rumah saya pecah. Masyarakat di sekitaran lokasi ini merasa, bahkan istri saya terkapar,” ungkapnya.

Baca Juga  Curanmor Modus Tebus Lagi Marak di Lotim, 7 Pelaku Diamankan

Ia menceritakan, setelah rombongan pulang ambil garam di Telok Buso, lalu kerumah ambil kayu yang sudah siap dibawa. Setelah, kayu habis dinaikkan ke atas mobil rombongan bersiap untuk pulang.

Namun, sebelum mobil jalan petir menyambar. Sebenarnya tidak ada hujan hanya gerimis kecil itu pun tidak bisa membasahi kain. Namun, yang ada awan hitam pekat dari arah selatan. Korban dengan tiga orang lainnya sudah naik di atas mobil.

Dikatakannya, dari keluarga menerima ini dengan kejadian ini dengan ikhlas. “Kami sekeluarga menerima semua ini dengan ikhlas, ini sudah takdir tuhan,” ucapnya. (tur/qin)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar