Air Terjun dan Bukit akan “Dijual” Jeruk Manis

0
319

BERBATASAN langsung dengan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di sebelah utara membuat Desa Jeruk Manis memiliki banyak air terjun. Tercatat ada empat air terjun di desa itu, yakni air terjun Jeruk Manis, air terjun Tibu Bunter, air terjun Durian Indah serta air terjun Sarang Walet.

“Keempat mata air inilah yang akan kita jadikan ikon pariwisata. Inilah yang nantinya akan kita jual sebagai tujuan wisata,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jeruk Manis, Harun Ar-Rasyid, kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Keempat mata air terjun di desa itu, jelasnya, masuk ke kawasan hutan konservasi TNGR. Lantaran itu, air terjun-air terjun tersebut tidak di bawah pengelolaan desa. Keempat terjun tersebut dikelola oleh pihak TNGR.

Namun demikian, pihak desa disebutnya mendapat pemasukan dari para pengunjung. Pemasukan terutama dengan keberadaan para pedagang  sekitar yang menjajakan dagangannya.

“Semakin banyak pengunjung yang berbelanja, maka akan semakin baik. Ini sangat bagus untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Tak hanya air terjun, Desa Jeruk Manis juga akan menjual destinasi wisata lain. Destinasi itu yakni Bukit Berbunga (Flower Hill).

Kata Harun, bukit ini tidak saja memiliki pemandangan indah. Bukit ini juga layak di jadikan sebagai spot swafoto bagi pengunjung.

Demi memaksimalkan obyek-obyek wisata itu, pihaknya berharapa pemerintah desa bisa menata akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan demikian, minta wisatawan berkunjung semakin baik.

Baca Juga  Pemprov NTB Ajak Masyarakat dan Influencer Dukung Sulis di LIDA 2021

Harun lantas membeberkan bagaimana ihwal sejarah dan topografi desa itu. Desa Jeruk manis disebutnya merupakan salah satu desa dari empat belas desa yang masuk menjadi bagian wilayah Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Desa ini memiliki luas wilayah 256,66 Ha atau 25.66 m² dan terdiri dari empat dusun. Yaitu Dusun Barang Panas, Dusun Kebon Baru, Dusun Gawah Nyak dan Dusun Erat Tanggek Mayung.

Jumlah penduduk yang dimiliki Desa Jeruk Manis mencapai 734 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2477 jiwa. Rata-rata mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani dan pekebun.

Adapun batas-batas wilayah Desa Jeruk Manis yakni, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kembang Kuning. Sementara sebelah utara berbatasan langsung dengan Hutan Konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), kemudian sebelah Timur  berbatasan dengan Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Tetebatu.

Nama Desa Jeruk Manis sendiri diambil dari salah satu nama air terjun yang ada di wilayah hutan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)  yang dijadikan ikon dari desa tersebut. 

Sebagai Desa baru yang terlahir dari hasil pemekaran dengan Desa Kembang Kuning, ternyata desa ini memiliki banyak sekali potensi wisata. Semua obyek wisata ini akan dijadikan sebagai sektor andalan untuk mensejahterakan warganya.

Sementara itu, Sekertaris Desa (Sekdes) Jeruk Manis, Novy Kuswardani menyatakan, bahwa desanya selama ini dikenal sebagai desa wisata. Ini karena desa tersebut memang mempunyai beberapa destinasi wisata alam terutama air terjun. 

Baca Juga  Bang Zul : Anak Muda Harus Bisa Menyatukan

“Jeruk Manis sendiri memang merupakan nama air terjun yang sudah lama dikenal masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan, Novy sebagai ikon yang akan ditonjolkan dalam destinasi wisata, pihaknya akan fokus membenahi. Pembenahan ini juga akan ditujukan untuk destinasi Bukit Berbunga (flower hill).

“Ada sekitar Rp 250 juta anggaran yang akan kita gelontorkan di tempat itu,” jelasnya.

Pembenahan kawasan wisata itu disebutnya juga sebagai inovasi untuk menarik pengunjung. Jika pengunjung semakin banyak berdatangan, diharap berdampak pada kemajuan desa itu sendiri.

“Ada beberapa ikon yang akan kita bikin di sana. Pertama wisata kolam renang, wisata outbound seperti flying fox dan ada tempat pelatihan tenaga kreatif, tata boga dan lain sebagainya,” jelasnya.

Khusus untuk air terjun Sarang Walet karena dikelilingi oleh tiga desa yakni Tetebatu, Kembang Kuning  dan Jeruk Manis belum masuk rencana desa untuk dikembangkan. Pihaknya justru akan memfokuskan penataan di kawasan air terjun Durian Indah dan Tibu Bunter.

Lebih jauh Novy berharap, dengan dibenahi tempat-tempat wisata tersebut bisa memajukan perekonomian masyarakat. Kedepan, obyek wisata ini diharap bisa menekan angka pengangguran.

“Kalau desa wisata ini sudah maju, pemuda-pemuda dan pengangguran bisa teratasi serta masing-masing penduduk bisa mendapatkan penghasilan tetap,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Rukyah mengapresiasi  kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah desa. Ia berharap dengan inovasi dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah desa akan membuat masyatakat semakin sejahtera. (Hairul Subawaih)
#
Berita dan Photo : Hairul Subawaih/Warta Rinjani
Berita Photo : “JADI IKON” Bukit Bunga (Flower Hill) menjadi salah satu obyek wisata ayang akan dikembangkan untuk menjadi ikon Desa Jeruk Manis.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar