Aktivitas Tambang Dituding Rusak Tanaman Petani

0
212

PRINGGABAYA, Warta Rinjani—Keberadaan sejumlah perusahaan tambang galian C di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya sangat dikeluhkan warga setempat. Perusahaan tambang ini dituding sebagai biang perusak tanaman petani.

Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur (Lotim) mengaku, ia dan warganya mengeluhkan aktivitas beberapa perusahaan raksasa di daerahnya. Pasalnya perusahaan tersebut kerap kali mengganggu hasil petani.

“Dampak perusahaan tersebut sangat merugikan para petani. Pasalnya debu sisa pengolahan tak jarang sebagai penyebab gagalnya tanaman padi masyarakat,” keluhnya, Rabu (8/1).

Debu sisa pengolahan yang diterbangkan angina, ucapnya, mampir ke ladang pertanian warga biasanya memiliki suhu panas. Buntutnya debu itu bisa menghambat pertumbuhan tanaman petani.

Tidak hanya aktivitas pertanian yang terganggu, namun ketentraman dan kenyamanan masyarakat juga sangat diganggu. Parahnya lagi, perusahaan-perusahaan seperti Asphalt Mixing Plan (AMP) dan Stone Cruser (SC) ini sering kali beraktivitas di malam hari. Praktis, kondisi ini menimbulkan suara bising dan mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

“Operasi perusahaan di malam hari sangat mengganggu kenyamanan masyarakat di malam hari karena terdengar suara bising,” jelasnya.

Untuk menanggapi hal ini, pejabat sementara desa Pringgabaya Utara akan mempertimbangkan izin selanjutnya. Pasalnya aktivitas tersebut dianggap mengganggu dan merugikan mesyarakatnya, sehingga harus dipertimbangkan demi kenyamanan. 

“Selanjutnya akan kami pertimbangkan izin perusahaan tersebut dengan membuat rekomendasi ke pemerintah daerah. Saya tidak ingin masyarakat saya dirugikan oleh tambang-tambang ini,” tegasnya.

Tak ragu dirinya menyatakan, pernah menolak izin perusahaan raksasa tersebut semasa menjabat sebagai BPD. Karena itu, dirinya ingin mewujudkan keinginannya demi keberlangsungan hidup dan kenyamanan masyarakatnya.

“Dulu semasa saya masih di BPD, saya pernah menolak izin operasional perusahaan ini, tapi gagal. Karena itu nantinya akan saya coba lanjutkan hingga ke dinas,” katanya. (cr-hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar